Selasa, 16 Oktober 2018

TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN



*MUTHOLAAH Vol. 92*  05/02/2018

💫⛱⛱💫⛱⛱💫⛱⛱💫

_*TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN*_






_عَنْ سَلْمَانَ قَالَ_:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

*لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ*

             _رواه الترمذي، حسن_


                  🚿🚿🚿🚿

*Arti Hadits:*

_Dari Salman dia berkata:_
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:  _*"Tidak ada yang dapat mencegah takdir kecuali do'a dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali amal kebajikan."*_  _(HR. Tirmidzi , Hasan)_

💫⛱⛱💫⛱⛱💫⛱⛱💫
*_✍🏼PENGERTIAN HADITS✍🏼_* 

📄Secara tidak langsung, hadits ini memberikan kesempatan dan kebebasan kepada siapa saja agar mempunyai cita cita karena _semua cita-cita atau keinginan itu pasti akan bisa terwujud, jika diiringi kesungguhan doa dan usaha_. 

📄Qodho dan Qodar mempunyai makna yang sama jika disebut salah satunya (Qodho saja atau Qodar saja), namun memiliki makna yang berbeda tatkala disebutkan bersamaan. 

📄Jika didefinisikan terpisah :

*📌 Qodar*
ialah ketetapan Allah sejak azali(zaman 500 tahun sebelum terciptanya alam semesta, dijelaskan dalam HR. Muslim 2653.).

*📌qodho’* 
maknanya adalah sesuatu yang telah ditetapkan Allah pada makhluk-Nya, baik berupa penciptaan, peniadaan, maupun perubahan terhadap sesuatu. 
( Syarh al ‘Aqidah al Wasithiyah hal. 551). 

📄Al Qodhi mengatakan bahwa takdir itu ada dua : 
*📌 Pertama : Takdir Mubram*
_adalah ketentuan Allah Ta'ala yang pasti berlaku_. 
Semua manusia pasti akan menghadapinya, baik diinginkan ataupun tidak, serta hal tersebut tidak dapat dihalangi atau ditolak oleh sesuatu apa pun. 
Contoh:  jenis kelamin, kelahiran, perkara kematian, dll.

*📌Kedua : Takdir Mu’allaq*
_adalah takdir yang digantung atau bersyarat,_ 
maksudnya ketentuan tersebut bisa terjadi atau tidak terjadi, bahkan takdir tersebut bergantung kepada usaha manusia itu sendiri.
(Faidhul Qodir juz.6 ,  pada hadits : 9968).

📄Takdir Mualaq bisa dirubah dengan _doa dan usaha kebaikan._ Perubahan takdir inipun sebenarnya  juga sudah ada ketetapannya. Makanya sebagian ulama mengatakan : 

لكنه في الحقيقة لا يرد القضاء؛ لأن الأصل أن الدعاء مكتوب وأن الشفاء سيكون بهذا الدعاء، هذا هو القدر الأصلي الذي كتب في الأزل

_“Pada hakikatnya takdir (azali) tidak berubah, karena doa tersebut sudah tertulis (di lauh mahfudz) bahwa kesembuhan karena adanya doa, inilah takdir asli yang tertulis dalam takdir azali.”_
(Majmu’ Fatawa wa Rasail 2/93, syamilah).

📄Tambahnya umur, maksudnya bisa dua : 

📌 bermakna hakiki, yakni ditambah umurnya sampai masa yang sudah ditentukan.

📌keberkahan pada sisa waktunya. Waktu hidup yang tersisa bisa dimaksimalkan untuk kebaikan dunia dan akhiratnya. 

📄Sebaliknya nasib buruk akan mengenai dirinya jika ia banyak bergelimang dosa.

 عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
_لَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ وَلَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ_

Dari Tsauban dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
_"Tidaklah akan bertambah umur (seseorang) kecuali dengan kebaikan, dan tidaklah akan dapat menolak takdir kecuali doa. Sesungguhnya seseorang akan ditahan rizkinya karena dosa yang dia lakukan."_
(HR. Ibnu Majah no. 4012, Hasan ). 

📄Kesimpulannya :
jika ingin nasibnya mujur, perbanyak amal kebaikan seperti sholat tepat waktu, sholat duha, sholat malam, baca Quran,  perbanyak istigfar, sedekah, silaturohmi dll, dan  jauhi segala bentuk perbuatan maksiat dan dosa.Kemudian diiringi memperbanyak doa. Insyallah hidup selalu bahagia dunia hingga akhirat. Amiin.

📄Selanjutnya _perbanyak doa meminta perbaikan takdir kepada Allah :_ 
 
*اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا*

_"Ya Allah, Aku memohon kepada-Mu agar menjadikan setiap ketetapan (takdir) yang Engkau tetapkan untukku sebagai (takdir) kebaikan.”_
(HR. Ahmad, Ibnu Majah, Sohih).

📄So...

📌Tetaplah berusaha jika ingin terjadi perubahan,

📌 Perbanyak berdo’a kepada Allah agar yang diinginkan diqabulkan oleh Nya, 

📌 Tawakkal dalam menunggu keputusan dan ketetapan Allah Ta'ala. Ketentuan Allah inilah yang disebut dengan TAKDIR. 

             🚿🚿🚿🚿
     💐MT AS SAKINAH💐

Kunjungi : 
- # http://talimassakinah.blogspot.co.id
- # fb : Taklim As Sakinah
- # Gmail : jauharulfoundation@gmail.com

SEMUANYA DENGAN PROSES, TIDAK ADA YANG INSTAN


*_MUTHOLAAH Vol 91_*   1/02/2018

🌕🌖🌗🌘🌾🌾🌑🌒🌓🌔



_SEMUANYA DENGAN PROSES, TIDAK ADA YANG INSTAN_





_عن أبي الدرداء رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :_ 

*إِنَّمَا الْعِلْمُ بِالتَّعَلُّمِ، وَإِنَّمَا الْحِلْمُ بِالتَّحَلُّمِ، مَنْ يَتَحَرَّى الْخَيْرَ يُعْطَهُ، وَمَنْ يَتَّقِ الشَّرَّ يُوقَهُ*

    _رواه الدارقطني و الطبراني، حسن_

▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪

*Arti hadits*

_Dari Abu Ad-Darda', Nabi ShollaLlohu 'alaihi wa sallam bersabda :_

*“Sesungguhnya ilmu didapatkan dengan belajar dan sesungguhnya hilm (kesabaran dan ketenangan) didapat dengan terus melatih diri. Barangsiapa berusaha untuk mendapat kebaikan, maka Allah akan memberikannya. Barangsiapa yang berusaha untuk menghindari keburukan, niscaya akan terhindar darinya.”*

_(HR. Ad-Daruquthni dalam Al-Afrad, Hasan)_

🌔🌓🌒🌑🌾🌾🌘🌗🌖🌕


*_✍🏼PENGERTIAN HADITS✍🏼 :_* 
🗒Ilmu akan memuliakan manusia, *terutama ilmu paling mulia, yakni ilmu agama.* _Ia bersumber *dari Dzat yang mulia(Allah SWT)*, diemban *oleh manusia mulia* (Nabi dan ulama' pewarisnya) dan dituntut oleh orang mulia(orang-orang sholeh) dan akan membawa kepada kemulyaan yang hakiki._

🗒Ilmu _di dapat dengan ta'alum (belajar dengan sungguh-sungguh) dan susah payah._ Mustahil ilmu di dapat tanpa kesungguhan dan kepayahan.

Yahya bin Abi Katsir mengatakan :

 لَا يُسْتَطَاعُ الْعِلْمُ بِرَاحَةِ الْجِسْمِ

_Ilmu tidak bisa didapat dengan bersantai_

🗒Pesan bagi para penuntut ilmu :

🌺Ibnu Masud berpesan :

*تعلموا فإن أحدكم لا يدري متى يحتاج إليه*

_Teruslah belajar !, Karena kalian tidak mengetahui kapan ilmu itu akan dibutuhkan_

🌺 Atsaury mengatakan :

*من رق وجهه رق علمه*

_Siapa yang tipis wajahnya(pemalu dalam belajar), maka tipis juga ilmunya_

🌺Mujahid juga berkata :

*لا يتعلم مستحي ولا متكبر*

_Tidak akan berilmu orang yang pemalu dan sombong dalam belajarnya_

🌺Ibnu Abbas pernah ditanya, _dengan apa kamu menyerap ilmu ?_

Ibnu Mas'ud menjawab :

*بلسان سؤول و بقلب عقول*

_Dengan lisan yang sering bertanya, dan dengan hati/fikiran yang senantiasa memikirkan_

*🗒Pencapaian ilmu dengan dua jalur*

Faidi Ilahi dan 'Amali:

_*🌺Faidi ilahi*_
_ialah mendapatkan ilmu dengan cara ilham dari Allah SWT, tanpa harus berpayah-payah belajar dan pelatihan._

Pencapaian ilmu seperti ini dipastikan jarang terjadi. Manusia-manusa pilihan saja yang mungkin akan mendapatkannya, semisal para Nabi dan Rosul. Mereka mendapatkan Ilmu dengan  wahyu dari Allah SWT, tanpa harus belajar. Nabi Isa dan Yahya dari sejak pertamakali dilahirkan sudah dibekali kepinteran.

*🌺Amali,*
_Yakni mendapatkan ilmu dengan melalui proses._
Harus dengan tekun belajar dan berlatih. Membutuhkan tenaga dan waktu. Yang meski dengan melalui langkah yang sama belum tentu mendapatkan ilmu yang sama pula. Tergantung pada tingkat kecerdasan otak masing-masing.

🗒Perilaku sabar merupakan sikap yang dapat dan bisa diwujudkan. Caranya adalah dengan _selalu berlatih untuk bersabar disaat  situasi yang membuat dia marah._

Ar Roghib mengatakan : *الْحِلْمُ  adalah menahan dari segala hal yang menyebabkan marah, sedang بِالتَّحَلُّمِ maksudnya menahan dari melampiaskan marah*.  

*🗒Siapa yang ingin menjadi baik maka Allah akan membimbingnya*. Menjadi baik itu harus dengan tekad dan pengorbanan. Rela mengorbankan hobi dunianya, rela bercapek-capek dalam rangka memaksakan diri untuk beribadah dan mungkin juga rela mengorbankan materinya demi tujuan perbaikan diri. Dengan melalui proses tersebut Allah akan mengetahui betapa kuat minat kita untuk menjadi baik, sehingga Allah akan membukakan  kebaikan tersebut,sehingga dia benar-benar menjadi orang baik dan mudah mengamalkan kebaikan.

🗒 Sama halnya,  siapa yang bertekad kuat agar  terhindar dari keburukan  maka Allah juga akan menghindarkan dia dari keburukan tersebut.

🗒 Intinya, apapun itu, keinginan meraih kebahagiaan materi maupun non materi, maka untuk mendapatkannya harus melalui proses perjuangan  yang terus menerus,tidak ada yang instan di dunia ini.

_Disarikan dari kitab Faidhul Qodir Syarah Jaami'us Shogir, jilid 2, hadits no.2577._
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
       *💐 MT AS SAKINAH💐*

Kunjungi :
- # http://talimassakinah.blogspot.co.id
- # fb : Taklim As Sakinah
- # Gmail : jauharulfoundation@gmail.com