Sabtu, 11 April 2020

HADITS DIANGKATNYA WABAH DI BULAN MEI




Kapankah wabah ini akan berakhir ?





Ada sebuah hadits riwayat Imam Ahmad sebagai berikut :

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، حَدَّثَنَا عِسْلُ بْنُ سُفْيَانَ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِذَا طَلَعَ النَّجْمُ ذَا صَبَاحٍ، رُفِعَتِ الْعَاهَةُ "
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika satu bintang telah terbit di suatu pagi maka itu artinya penyakit akan pergi."

(Sanad ini dhaif karena ada nama Isl bin Sufyan, tapi dia dikuatkan oleh Abu Hanifah yg juga dhaif ).

Tapi bisa saling menguatkan dalam riwayat Ath-Thahawi di Syarh Musykil Al-Atsar, no. 2282 berikut ini :

إِذَا طَلَعَ النَّجْمُ رُفِعَتِ الْعَاهَةُ عَنْ أَهْلِ كُلِّ بَلَدٍ
"Jika bintang itu telah terbit maka hilanglah penyakit dari setiap negeri."

Ath-Thahawi berusaha mencari bintang apa yangg dimaksud maka beliau menggabungnya dengan hadits Ibnu Umar bahwa yg dimaksud bintang itu adalah   tsurayya (النجم: الثريا) (entah apa nama latinnya).

Disebutkan Ibnu Abdil Barri, menurut para ahli bahwa kemunculan bintang tsurayya terjadi 12 hari berlalu dari bulai Mei (lihat al istidzkar 6/306),


===========================


عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُرَاقَةَ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عُمَرَ عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ حَتَّى تَذْهَبَ الْعَاهَةُ قُلْتُ وَمَتَى ذَاكَ قَالَ حَتَّى تَطْلُعَ الثُّرَيَّا
“Dari Utsman bin Abdullah bin Suraqah ia berkata: “Aku bertanya kepada Ibnu Umar tentang menjual buah-buahan (yang masih muda). Ibnu Umar lalu menjawab, “Rasulullah ﷺ melarang menjual buah-buahan hingga penyakitnya hilang.” Aku tanyakan, “Kapan itu?” Ia menjawab, “Hingga terbit sekumpulan bintang-bintang .”  (HR. Ahmad 5200)

Meski hadits Ibnu Umar itu bicara tentang buah jangan dipanen sebelum terbitnya bintang itu, karena kuatir rusak, dan kalau sudah terbit tsurayya buah sudah matang, tapi bisa saja maknanya umum untuk seluruh wabah penyakit baik untuk buah maupun manusia.




Jumat, 10 April 2020

DITEMUKAN OBAT PENYEMBUH VIRUS CORONA




SEMBUH DARI CORONA.




1. Diriwayatkan Abu Nueim dalam kitabnya al hilyah:

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺣَﺎﻣِﺪِ ﺑْﻦُ ﺟَﺒَﻠَﺔَ، ﻗَﺎﻝَ: ﺛَﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﺇِﺳْﺤَﺎﻕَ، ﻗَﺎﻝَ: ﺛَﻨَﺎ ﺣَﺎﺗِﻢُ ﺑْﻦُ اﻟﻠَّﻴْﺚِ، ﻗَﺎﻝَ: ﺛَﻨَﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑْﻦُ ﻣَﻌِﻴﻦٍ، ﻗَﺎﻝَ: ﺛَﻨَﺎ ﺳُﻔْﻴَﺎﻥُ، ﻗَﺎﻝَ: ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺩَاﻭُﺩَ ﺑْﻦَ ﺃَﺑِﻲ ﻫِﻨْﺪٍ، ﻳَﻘُﻮﻝُ: " ﺃَﺻَﺎﺑَﻨِﻲ اﻟﻄﺎﻋﻮﻥ ﺯَﻣَﻦَ اﻟﻄَّﺎﻋُﻮﻥِ ﻓَﺄُﻏْﻤِﻲَ ﻋَﻠَﻲَّ، 

ﻓَﻜَﺄَﻥَّ اﺛْﻨَﻴْﻦِ ﺃَﺗَﻴَﺎﻧِﻲ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻤَﺎ ﻟِﺼَﺎﺣِﺒِﻪِ: ﺃَﻱُّ ﺷَﻲْءٍ ﺗَﺠِﺪُ؟ ﻗَﺎﻝَ: ﺃَﺟِﺪُ ﺑِﻪِ ﺗَﺴْﺒِﻴﺤًﺎ ﻭَﺗَﻜْﺒِﻴﺮًا، ﻭَﺧُﻄْﻮًا ﺇِﻟَﻰ اﻟْﻤَﺴَﺎﺟِﺪِ، ﻭَﺷَﻴْﺌًﺎ ﻣِﻦْ ﻗِﺮَاءَﺓِ اﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ، ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻣَﺎ،
ﻓَﺒَﺮَﺃْﺕُ ﻭَﺃَﻗْﺒَﻠْﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﻗِﺮَاءَﺓِ اﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻓَﺤَﻔِﻈْﺘُﻪُ، ﻭَﻟَﻢْ ﺃَﻛُﻦْ ﺃَﺣْﻔَﻈُﻪُ ﻗَﺒْﻞَ ﺫَﻟِﻚَ 

Sufyan mengatakan , Aku mendengar Dawud bin Abi Hindi (ahli hadits) mengatakan : " Aku terkena wabah tha'un dizaman merebaknya wabah itu, hingga pingsan. Kemudian  Saat pingsan itu, aku bermimpi didatangi 2 orang, satu malaikat bertanya kepada temanya : Apa amalnya yang kau dapati pada diri orang ini ? Dia menjawab: *Dia melakukan tasbih, takbir, melangkah ke masjid, dan sedikit dari baca Quran.* Lalu keduanya bangkit pergi. Akupun sembuh, lalu aku fokus menghafal al Quran hingga menyelesaikan hafalan yang dulu aku belum hafal."

Catatan : 
- Virus Corona akan hilang jika penderita selalu berdzikir, membaca Al Quran serta tekun beribadah. 


2. Obat Virus Corona oleh para Ulama Salaf : 

الشافعي: احسن ما يداوى به الطاعون التسبيح. حل.
Imam as Syafii mengatakan : Obat terbaik untuk thaun(penyakit menular)  adalah tasbih. (Kitab al hilyah)
Dalilnya adalah ayat:
فلولا انه كان من المسبحين للبث في بطنه ...
Seandainya dia (Nabi Yunus)  tidak termasuk orang yang bertasbih, maka selamanya dia akan tinggal di perut ikan itu. (QS as Shaffat (37): 143). 

3. Masjid untuk hadapi corona.
اذا عاهة من السماء انزلت صرفت عن عمار المساجد. (في لفظ: اهل المساجد). هب، حسن.
Jika musibah turun dari langit, (orang-orang) pemakmur masjid akan di palingkan dari masjid. (HR Baihaqi dalam Syuab, dan berkata, dhaif tetapi saling menguatkan). 

Angkat Tangan Sholat Jenazah


ANGKAT TANGAN SHALAT JENAZAH.

Boleh angkat tangan 1x di awal saja, boleh pula 4x angkat tangan tiap takbir.

1. Hanafi: Angkat tangan 1x.
كبر النبي على جنازة فرفع يديه في اول تكبيرة. ت
Nabi angkat tangan di awal takbir shalat jenazah. HR Tarmidzi, hasan lighairihi.

2. Syafii, hanbali: Angkat tangan 4x.
كان ابن عمر يرفع يديه على كل تكبيرة. هق
Ibnu umar angkat tangan tiap kali takbir dalam shalat jenazah. HR Daraquthni, sanad shahih.

3. *Tiada dalil mengganjilkan shaf shalat jenazah.*
Pemahaman pengganjilan tersebut muncul dari salah tafsir terhadap 2 hadits berikut:
ان الله وتر يحب الوتر فاوتروا.
Alloh menyukai witir (ganjil) maka shalatlah witir. HR Tarmizi shahih.

ما من مسلم يموت فيصلي عليه ٣ صفوف من المسلمين الا اوجب. د
Tiada muslim yang mati lalu dishalati 3 shaf muslimin, melinkan pasti diampuni. HR abu dawud, dhaif mudallas.

الشوكاني: اقل الصف اثنان.
Minimal 1 shaf berisi 2 orang, maksimal tiada batasnya.

مالك اذا استقل اهل الجنازة جزأهم ٣ صفوف.
Malik hubairah *jika melihat yang shalat hanya sedikit, maka ia buat 3 shaf.*
Artinya, jika banyak maka tidak dia bikin 3 shaf, dan sama sekali bukan agar ganjil, tapi agar banyak, karena 3 adalah minimal jumlah jamak. (Lihat Tamamul minnah)

السندي: (يبلغون مائة) يقتضي ان كونهم ٣ صفوف غير مقصود، بل بلوغهم ذلك المقدار يكفي.
Dalam hadis lain disebutkan: Disolatkan 100 orang. Maka jumlah 3 sof itu bukan sesuatu yang dituju, tapi jumlah tsb cukup (utk diampuni Alloh).

HQA 1225


Selasa, 24 Maret 2020

PAHALA LOCKDOWN



Corona dan Lockdown 
Berpahala syahid walaupun tidak meninggal dunia.


عَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا-، أَنَّهَا قَالَتْ : سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ، فَأَخْبَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، *فَيَمْكُثُ فِي بَيْتِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا* يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ ".

Dari Aisyah radhiallahu 'anha, bahwasanya dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang wabah (tha'un), maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan kepadaku:

"Bahwasannya wabah (tha'un) itu adalah adzab yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah jadikan sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidaklah seseorang yang ketika terjadi wabah (tha'un) *dia tinggal di rumahnya, bersabar dan berharap pahala (di sisi Allah)* dia yakin bahwasanya tidak akan menimpanya kecuali apa yang ditetapkan Allah untuknya, maka dia akan mendapatkan seperti pahala syahid".

📚إسناده صحيح على شرط البخاري • أخرجه البخاري (٣٤٧٤)، والنسائي في «السنن الكبرى» (٧٥٢٧)، وأحمد (٢٦١٣٩) واللفظ له.

Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Al-Bukhari. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (3474), An-Nasa'i dalam As-Sunan Al-Kubra (7527), Ahmad (26139) dan lafadz ini adalah lafadz riwayat Ahmad.

📗🖌قال ابن حجر رحمه الله : *"اقتضى منطوقه أن من اتصف بالصفات المذكورة يحصل له أجر الشهيد وإن لم يمت ".*
📚[فتح الباري (194/10)]📚

Ibnu Hajar rahimahullah berkata: konsekuensi manthuq (makna eksplisit) hadits ini adalah, orang yang memiliki sifat yang disebut pada hadits tersebut akan mendapatkan pahala syahid walaupun tidak meninggal dunia. (Fathul Bari: 10:194).
Dialihbahasakan oleh: Fuad Hamzah Baraba

🆘🆘🆘

CORONA MELANDA, SHOLAT TETAP KE MASJID




BERLINDUNG KE MASJID


1. Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

 عن أنس بن مالك:] إذا أنزل اللهُ عزَّ وجلَّ عاهةً من السَّماءِ على الأرضِ صُرِفت عن عُمّارِ المساجدِ
ابن عدي (٣٦٥ هـ)، الكامل في الضعفاء ٤/٢٠٥  •  [فيه] زافر بن سليمان أحاديثه مقلوبة الإسناد مقلوبة المتن وعامة ما يرويه لا يتابع عليه ويكتب حديثه مع ضعفه  •  أخرجه ابن عدي في «الكامل في الضعفاء» (٣/٢٣٣) واللفظ له، وابن عساكر في «تاريخ دمشق» (١٧/١١).

Sesungguhnya apabila Allah ta'ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Allah menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang meramaikan masjid.

Hadits riwayat Ibnu Asakir (juz 17 hlm 11) dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232).

2. Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذا أرَادَ الله بِقَوْمٍ عاهةً نَظَرَ إِلَى أهْلِ المَساجِدِ فَصَرَفَ عَنْهُمْ

Apabila Allah menghendaki penyakit pada suatu kaum, maka Allah melihat ahli masjid, lalu menjauhkan penyakit itu dari mereka.

Riwayat Ibnu Adi (juz 3 hlm 233); al-Dailami (al-Ghumari, al-Mudawi juz 1 hlm 292 [220]); Abu Nu'aim dalam Akhbar Ashbihan (juz 1 hlm 159); dan al-Daraquthni dalam al-Afrad (Tafsir Ibn Katsir juz 2 hlm 341).

3. Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: " إِنِّي لَأَهُمُّ بِأَهْلِ الْأَرْضِ عَذَابًا فَإِذَا نَظَرْتُ إِلَى عُمَّارِ بُيُوتِي والْمُتَحَابِّينَ فِيَّ والْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ صَرَفْتُ عَنْهُمْ "

Allah عز وجل berfirman: "Sesungguhnya Aku bermaksud menurunkan azab kepada penduduk bumi, maka apabila Aku melihat orang-orang yang meramaikan rumah-rumah-Ku, yang saling mencintai karena Aku, dan orang-orang yang memohon ampunan pada waktu sahur, maka Aku jauhkan azab itu dari mereka.

Riwayat al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman [2946].

4. Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
"إِذَا عَاهَةٌ مِنَ السَّمَاءِ أُنْزِلَتْ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ"

Apabila penyakit diturunkan dari langit, maka dijauhkan dari orang-orang yang meramaikan masjid.

Riwayat al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman [2947]; dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232). Al-Baihaqi berkata: "Beberapa jalur dari Anas bin Malik dalam arti yang sama, apabila digabung, maka memberikan kekuatan (untuk diamalkan)".

5. Al-Imam al-Sya'bi, ulama salaf dari generasi tabi'in, رحمه الله تعالى berkata:

"كَانُوا إِذَا فَرَغُوا مِنْ شَيْءٍ أَتَوُا الْمَسَاجِدَ "

Mereka (para sahabat) apabila ketakutan tentang sesuatu, maka mendatangi masjid.

Al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman (juz 3 hlm 84 [2951]).

Beberapa riwayat di atas mengantarkan pada kesimpulan, bahwa dalam situasi wabah dan virus yang mengancam masyarakat ini, umat Islam dianjurkan semakin rajin ke masjid. Bukan meninggalkan masjid. Kecuali bagi orang yang terkena penyakit menular. Maka tidak boleh ke masjid

Rabu, 12 Februari 2020

مجموعة كتب في الاحتفال بالمولد النبوي الشريف

📚 مجموعة كتب في الاحتفال بالمولد النبوي الشريف على صاحبه أفضل الصلاة والسلام 📚


1- المورد الهني في المولد السني
تأليف الإمام الحافظ زين الدين الحسين بن عبدالرحيم العراقي (ت: 806هـ )
https://archive.org/download/Mawlid-...murd-alhni.pdf

📗📗
2- عرف التعريف بالمولد الشريف
للإمام الحافظ المقرئ أبي الخير محمد بن محمد بن محمد ابن الجزري (ت: 833هـ)
https://archive.org/download/Mawlid-..._ibnjazari.pdf

📔📔
3- النعمة الكبرى على العالم في مولد سيد ولد آدم
تأليف الإمام العلامة أحمد ابن حجر الهيتمي
https://archive.org/download/Mawlid-...ah-alkobra.pdf

📗📗
4- حسن المقصد في عمل المولد
تأليف الإمام الحافظ جلال الدين السيوطي
https://archive.org/download/Mawlid-...osn-almgsd.pdf

📔📔
5- مولد النبي صلي الله عليه و سلم
تأليف العلامة عبد الرحمن بن عبد المنعم الخياط مفتي الصعيد في القرن الثاني عشر الهجري
https://archive.org/download/Mawlid-...abi-llkyat.pdf

📗📗
6- الهدي التام في موارد المولد النبوي وما اعتيد فيه من القيام
تأليف الشيخ العلامة محمد علي بن حسين بن إبراهيم المالكي المكي
https://archive.org/download/Mawlid-...lhdy-attam.pdf

📔📔
7- البيان النبوي عن فضل الاحتفال بمولد النبي
تأليف الشيخ محمود بن أحمد الزين
https://archive.org/download/Mawlid-...an-annbawi.pdf

📗📗
8- خلاصة الكلام في الاحتفال بمولد خير الأنام
تأليف السيد عبد الله بن الشيخ ابو بكر بن سالم
https://archive.org/download/Mawlid-...ast-alklam.pdf
📔📔
9- بشائر الأخيار في مولد المختار صلى الله عليه وآله وسلم
تأليف السيد محمد ماضي أبو العزائم
https://archive.org/download/Mawlid-...ir-alafrah.pdf
📗📗
10- اللآلي السنية في مشروعية مولد خير البرية
تأليف العلامة عثمان بن الشيخ عمر بن الشيخ داود
https://archive.org/download/Mawlid-...ale-assnih.pdf
📔📔
11- حول الاحتفال بذكرى المولد النبوي الشريف
للسيد العلامة محمد بن علوي المالكي الحسني
https://archive.org/download/Mawlid-...l-alihtfal.pdf

📗📗

12- الحجج الدامغة والبراهين الساطعة في جواز الاحتفال بالمولد النبوي الشريف
تأليف الشيخ حامد أحمد بابكر
https://archive.org/download/Mawlid-...j-addamiah.pdf

📔📔
13- الأدلة الشرعية في جواز الاحتفال بميلاد خير البرية
تأليف: د. عز الدين حسين الشيخ
https://archive.org/download/Mawlid-...h-asshrayh.pdf

📗📗
14- ابتغاء الوصول لحبّ الله بمدح الرسول ومشروعية قراءة المولد
الشيخ أبو محمد الويلتوري
https://archive.org/download/Mawlid-...tga-alwsol.pdf
📔📔
15- مولد النبي صلى الله عليه وأله وسلم
للشيخ الداعية الكبير محمد إلياس الرضوي الهندي
https://archive.org/download/Mawlid-...wlid-radwi.pdf

📗📗
16- حكم الاحتفال بالمولد النبوي بين المجيزين والمانعين
تأليف فضيلة الـشيخ عبدالفتاح قديش اليافعي حفظه الله
https://www.mediafire.com/download/d22l58gxdg25ku2

📔📔
17- الإعلام بفتاوي ائمة الاسلام حول مولده عليه الصلاة والسلام
جمع وترتيب: السيد محمد بن علوي المالكي الحسني رحمه الله تعالى
https://www.archive.org/download/348...tawi-aimah.pdf

📗📗
18- الاحتفال بالمولد النبوي بين المؤيدين والمعارضين مناقشات وردود
تأليف السيد أبي الحسنين عبد الله الحسيني المكي الهاشمي
https://soo.gd/mold-alnabi

📔📔
19- إقامة القيامة على طاعن القيام لنبي تهامة (عربي وأردو)
المؤلف فضيلة الشيخ العلامة أحمد رضا خان رحمه الله تعالى
https://archive.org/download/kiyam_a...m_almawlid.pdf

📗📗
20- زاد الأبرار في حقوق يوم مولد الرسول محمد المختار
المؤلف الإمَام طَارقُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْسَّعْدِيُّ
إعداد: دار الجنيد
https://www.daroljunaid.com/ebooks/z...ek_Alsaadi.pdf


📚💡📚💡📚

Selasa, 06 Agustus 2019

Mengenal Masjid Nabawi


Buletin El Fata 
 Edisi 11          Jumat  9  Agustus 2019 / 8  Dzulhijjah 1440 H





MENGENAL  MASJID  NABAWI


Salah satu peninggalan sejarah kehidupan makhluk paling mulia Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang masih dan akan terus disaksikan oleh dunia adalah Masjid yang beliau bangun di kota madinah yang kita kenal dengan nama Masjid Nabawi. Masjid Nabawi yang saat ini kita lihat berdiri begitu megah, dahulunya hanyalah sebuah bangunan sederhana. Bagaimana kisah selengkapnya dari perjalanan panjang sejarah masjid ini, mari kita simak bersama.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun Masjid Nabawi pada bulan Raibul Awal di awal-awal hijarahnya ke Madinah. Pada saat itu panjang masjid adalah 70 hasta dan lebarnya 60 hasta atau panjangnya 35 m dan lebar 30 m. Kala itu Masjid Nabawi sangat sederhana, kita akan sulit membayangkan keadaannya apabila melihat bangunannya yang megah saat ini. Lantai masjid adalah tanah yang berbatu, atapnya pelepah kurma, dan terdapat tiga pintu, sementara sekarang sangat besar dan megah.

Keutamaan :
Masjid Nabawi adalah masjid yang dibangun dengan landasan ketakwaan. Di antara keutamaan masjid ini adalah dilipatgandakannya pahala shalat di dalamnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
“Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1000 kali shalat di masjid selainnya, kecuali Masjid al-Haram.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mimbar Nabi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي
“Antara rumahku dan mimbarku ada taman dari taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Awalnya Nabi berkhutbah di atas potongan pohon kurma kemudian para sahabat membuatkan beliau mimbar, sejak saat itu beliau selalu berkhutbah di atas mimbar. Dari Jabir radhiallahu ‘anhu bahwa dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat khutbah Jumat berdiri di atas potongan pohon kurma, lalu ada seorang perempuan atau laki-laki Anshar mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, bolehkah kami membuatkanmu mimbar?’  Nabi menjawab, ‘Jika kalian mau (silahkan)’. Maka para sahabat membuatkan beliau mimbar. Pada Jumat berikutnya, beliau pun naik ke atas mimbarnya, terdengarlah suara tangisan (merengek) pohon kurma seperti tangisan anak kecil, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendekapnya. Pohon itu terus ‘merengek’ layaknya anak kecil. Rasulullah mengatakan, ‘Ia menagis karena kehilangan dzikir-dzikir yang dulunya disebut di atasnya’.” (HR. Bukhari),

Roudoh
Raudhah adalah suatu tempat di Masjid Nabawi yang terletak antara mimbar beliau dengan kamar (rumah) beliau. Rasulullah menerangkan tentang keutamaan raudhah,

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي قال: “مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ، وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman-taman surga. Dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. Bukhari, No : 1755).

Jarak antara mimbar dan rumah Nabi adalah 53 hasta atau sekitar 26,5 m.

Shuffah
Pada awal-awal hijrah, Shuffah ini merupakan tempat imam dan shaf pertama di Mesjid Nabawi tatkala mereka berqiblat kearah Baitul-Maqdis saat itu. Namun ketika qiblat dialihkan ke Ka’bah pada abad ke 2 H, otomatis shuffah ini tempatnya berubah menjadi bagian masjid paling belakang, bukan lagi diarah qiblat. Sebab itu, Nabi pun memerintahkan para sahabatnya untuk membuatkan tempat ini suatu atap dari dedaunan pohon kurma, sebagai tempat persinggahan kaum miskin yang tidak memiliki tempat tinggal. (Al-Mujtama’ Al-Madaniy Fi ‘Ahdi Al-Nubuwwah: Akram Dhiyaa Al-‘Umari: hal.90).

Shuffah tidak diketahui luasnya, yang pasti tempat tersebut cukup untuk ramai orang. Sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menggunakan tempat tersebut untuk jamuan makan yang menampung lebih kurang 300 orang. Sebagian mereka berada di sisi salah satu kamar isteri-isteri baginda shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersambungan langsung dengan Masjid Nabawi. (HR.Muslim dalam Shahihnya kitab
an-Nikah, hadits no. 93).

MakamNabi Muhammad SAW
Sebelum Masjid Nabawi diperluas, di situ terdapat makam Nabi Muhammad yang dulu kamarnya Sayyidah ‘Aisyah rodiyalahu ‘anhu. Setelah masjid ini diperluas, makam beliau masuk di dalam bangunan masjid yang sekarang berkubah rwarna hijau. Di situ, terdapat empat pintu yang masing-masing dinamakan Pintu at-Taubah di kiblatnya, Pintu ar-Raudhah di barat, Pintu Fathimah di timur, dan Pintu Tahajud di utara. Selain itu, di sini ada pula makam Abu Bakar dan Umar bin Khattab.(Tempat-Tempat Bersejarah di Tanah Haram. hal.39-41. Solo:Tiga Serangkai).

Makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap kiblat kemudian di belakang beliau (dikatakan di belakang karena menghadap kiblat) terdapat makam Abu Bakar ash-Shiddiq dan posisi kepala Abu Bakar sejajar dengan bahu Nabi. Di belakang makam Abu Bakar terdapat makam Umar bin Khattab dan posisi kepala Umar sejajar dengan bahu Abu Bakar. Di zaman Nabi kamar beliau berdindingkan pelepah kurma yang dilapisi dengan bulu. Kemudian di zaman pemerintahan Umar bin Khattab dinding kamar ini diperbaiki dengan bangunan permanen.

Mudah-mudahan sejarah singkat Masjid Nabawi ini semakin membangkitkan kecintaan kita kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabatnya, dan Masjid Nabawi itu sendiri. Semoga Allah memudahkan langkah kaki kita untuk bisa selalu menziarahi masjid nabawi. Amin.



Text Box: Buletin el-Fata. 
Penasehat: Dr.Jamaluddin, Sp.M(K) , Sulaiman S. Ag. M. Pd.I Pimpinan Redaksi : M Khoirul Amd  Editor: Dra. Afri Asiatin Apt. Sekretaris: Pandu. Bendahara: Raka. Desain: Rizki. Distribusi dan Logistik: Tofa. Telp : 085642154046 Email elfatamedia@gmail.com Alamat Redaksi: Sentra Dakwah Yayasan Jauharul Ummah  Jl.Jamburaya no. 159 Perumnas Kamal Bangkalan.