Minggu, 12 April 2020

UJIAN UNTUK CALON MENANTU

UJIAN  UNTUK CALON MENANTU 


Sebagi makhluk sosial, keluar masuk pasti berinteraksi dengan banyak orang orang baru. Jangan terlalu cepat percaya dengan kenalan baru anda, jika belum melewati tiga ujian ini. Begitu pula bagi anda orang tua yang hendak menikahkan putrinya, maka cara berikut mungkin menjadi cara mengetahui laki laki yang melamar putri anda orang baik atau tidak. Jadi berikut adalah cara untuk mengetahui watak asli seseorang : 

1. Ajak bershafar dengannya. Orang kalau capek akan terlihat watak aslinya,
2. Ajak bertransaksi atau berbisnis dengannya.
3. Beri amanah kepadanya.

Jika tiga itu berhasil diujikan kepada yang bersangkutan, maka anda akan mengetahui watak asli dari seseorang itu. 

Jika tidak bisa melakukan ketiga hal diatas maka cukup lihatlah ketekunan dia ke masjid. Dari kerajinan ia berangkat ke masjid dan ke khusyuan ia melakukan ibadah. Dari sana maka anda akan faham akan bisa menyimpulkan hasilnya. 

Teori diatas adalah teorinya  Abdullah Al 'Amiri sebagaimana disebutkan dalam kitab mujalasah berikut :


وروى الدينوري في المجالسة عن عبدالله العمري قال : قال رجل لعمر إن فلانا رجل صدق فقال له هل سافرت معه ؟ قال : لا . قال : فهل كانت بينك وبينه معاملة ؟ قال : لا . قال فهل ائتمنتَه على شيء ؟
قال : لا . قال : فأنت الذي لا علم لك به أُراك رأيتَه يرفع رأسه ويخفضه في المسجد انتهى .

(ولا يعارضه اذا رأيتم الرجل يعتاد المسجد فاشهدوا له بالإيمان فتأمل ).

 (مرجع : المجالسة وجواهر العلم ، للدينوري)


Ada orang laki laki mengatakan kepada Abdullah al Amiri : "Si ini orangnya jujur!" Al Amiri mejawab : "Apakah kamu pernah bepergian denganya"? Dia menjawab :"belum". Al amiri : "Apakah kamu pernah bermuamalah denganya"? "Belum" kata laki laki itu. "Apakah kamu pernah memberinya sebuah amanah"? Kata al amiri. "Belum" jawab si laki laki lagi. Al Amiri mengatakan : "ya sudah, sekarang ku beri tahukan kepadamu cara mengenali orang. Begini, perhatikan dia dalam soal masjid (bagaimana kerajinan ia pergi ke masjid) maka kamu bisa menympulkan". (Kitab Refrensi : Al mujalasah wa jawaahirul ilmi). 


Sabtu, 11 April 2020

HADITS DIANGKATNYA WABAH DI BULAN MEI




Kapankah wabah ini akan berakhir ?





Ada sebuah hadits riwayat Imam Ahmad sebagai berikut :

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، حَدَّثَنَا عِسْلُ بْنُ سُفْيَانَ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِذَا طَلَعَ النَّجْمُ ذَا صَبَاحٍ، رُفِعَتِ الْعَاهَةُ "
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika satu bintang telah terbit di suatu pagi maka itu artinya penyakit akan pergi."

(Sanad ini dhaif karena ada nama Isl bin Sufyan, tapi dia dikuatkan oleh Abu Hanifah yg juga dhaif ).

Tapi bisa saling menguatkan dalam riwayat Ath-Thahawi di Syarh Musykil Al-Atsar, no. 2282 berikut ini :

إِذَا طَلَعَ النَّجْمُ رُفِعَتِ الْعَاهَةُ عَنْ أَهْلِ كُلِّ بَلَدٍ
"Jika bintang itu telah terbit maka hilanglah penyakit dari setiap negeri."

Ath-Thahawi berusaha mencari bintang apa yangg dimaksud maka beliau menggabungnya dengan hadits Ibnu Umar bahwa yg dimaksud bintang itu adalah   tsurayya (النجم: الثريا) (entah apa nama latinnya).

Disebutkan Ibnu Abdil Barri, menurut para ahli bahwa kemunculan bintang tsurayya terjadi 12 hari berlalu dari bulai Mei (lihat al istidzkar 6/306),


===========================


عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُرَاقَةَ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عُمَرَ عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ حَتَّى تَذْهَبَ الْعَاهَةُ قُلْتُ وَمَتَى ذَاكَ قَالَ حَتَّى تَطْلُعَ الثُّرَيَّا
“Dari Utsman bin Abdullah bin Suraqah ia berkata: “Aku bertanya kepada Ibnu Umar tentang menjual buah-buahan (yang masih muda). Ibnu Umar lalu menjawab, “Rasulullah ﷺ melarang menjual buah-buahan hingga penyakitnya hilang.” Aku tanyakan, “Kapan itu?” Ia menjawab, “Hingga terbit sekumpulan bintang-bintang .”  (HR. Ahmad 5200)

Meski hadits Ibnu Umar itu bicara tentang buah jangan dipanen sebelum terbitnya bintang itu, karena kuatir rusak, dan kalau sudah terbit tsurayya buah sudah matang, tapi bisa saja maknanya umum untuk seluruh wabah penyakit baik untuk buah maupun manusia.




Jumat, 10 April 2020

DITEMUKAN OBAT PENYEMBUH VIRUS CORONA




SEMBUH DARI CORONA.




1. Diriwayatkan Abu Nueim dalam kitabnya al hilyah:

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺣَﺎﻣِﺪِ ﺑْﻦُ ﺟَﺒَﻠَﺔَ، ﻗَﺎﻝَ: ﺛَﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﺇِﺳْﺤَﺎﻕَ، ﻗَﺎﻝَ: ﺛَﻨَﺎ ﺣَﺎﺗِﻢُ ﺑْﻦُ اﻟﻠَّﻴْﺚِ، ﻗَﺎﻝَ: ﺛَﻨَﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑْﻦُ ﻣَﻌِﻴﻦٍ، ﻗَﺎﻝَ: ﺛَﻨَﺎ ﺳُﻔْﻴَﺎﻥُ، ﻗَﺎﻝَ: ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺩَاﻭُﺩَ ﺑْﻦَ ﺃَﺑِﻲ ﻫِﻨْﺪٍ، ﻳَﻘُﻮﻝُ: " ﺃَﺻَﺎﺑَﻨِﻲ اﻟﻄﺎﻋﻮﻥ ﺯَﻣَﻦَ اﻟﻄَّﺎﻋُﻮﻥِ ﻓَﺄُﻏْﻤِﻲَ ﻋَﻠَﻲَّ، 

ﻓَﻜَﺄَﻥَّ اﺛْﻨَﻴْﻦِ ﺃَﺗَﻴَﺎﻧِﻲ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻤَﺎ ﻟِﺼَﺎﺣِﺒِﻪِ: ﺃَﻱُّ ﺷَﻲْءٍ ﺗَﺠِﺪُ؟ ﻗَﺎﻝَ: ﺃَﺟِﺪُ ﺑِﻪِ ﺗَﺴْﺒِﻴﺤًﺎ ﻭَﺗَﻜْﺒِﻴﺮًا، ﻭَﺧُﻄْﻮًا ﺇِﻟَﻰ اﻟْﻤَﺴَﺎﺟِﺪِ، ﻭَﺷَﻴْﺌًﺎ ﻣِﻦْ ﻗِﺮَاءَﺓِ اﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ، ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻣَﺎ،
ﻓَﺒَﺮَﺃْﺕُ ﻭَﺃَﻗْﺒَﻠْﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﻗِﺮَاءَﺓِ اﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻓَﺤَﻔِﻈْﺘُﻪُ، ﻭَﻟَﻢْ ﺃَﻛُﻦْ ﺃَﺣْﻔَﻈُﻪُ ﻗَﺒْﻞَ ﺫَﻟِﻚَ 

Sufyan mengatakan , Aku mendengar Dawud bin Abi Hindi (ahli hadits) mengatakan : " Aku terkena wabah tha'un dizaman merebaknya wabah itu, hingga pingsan. Kemudian  Saat pingsan itu, aku bermimpi didatangi 2 orang, satu malaikat bertanya kepada temanya : Apa amalnya yang kau dapati pada diri orang ini ? Dia menjawab: *Dia melakukan tasbih, takbir, melangkah ke masjid, dan sedikit dari baca Quran.* Lalu keduanya bangkit pergi. Akupun sembuh, lalu aku fokus menghafal al Quran hingga menyelesaikan hafalan yang dulu aku belum hafal."

Catatan : 
- Virus Corona akan hilang jika penderita selalu berdzikir, membaca Al Quran serta tekun beribadah. 


2. Obat Virus Corona oleh para Ulama Salaf : 

الشافعي: احسن ما يداوى به الطاعون التسبيح. حل.
Imam as Syafii mengatakan : Obat terbaik untuk thaun(penyakit menular)  adalah tasbih. (Kitab al hilyah)
Dalilnya adalah ayat:
فلولا انه كان من المسبحين للبث في بطنه ...
Seandainya dia (Nabi Yunus)  tidak termasuk orang yang bertasbih, maka selamanya dia akan tinggal di perut ikan itu. (QS as Shaffat (37): 143). 

3. Masjid untuk hadapi corona.
اذا عاهة من السماء انزلت صرفت عن عمار المساجد. (في لفظ: اهل المساجد). هب، حسن.
Jika musibah turun dari langit, (orang-orang) pemakmur masjid akan di palingkan dari masjid. (HR Baihaqi dalam Syuab, dan berkata, dhaif tetapi saling menguatkan). 

Angkat Tangan Sholat Jenazah


ANGKAT TANGAN SHALAT JENAZAH.

Boleh angkat tangan 1x di awal saja, boleh pula 4x angkat tangan tiap takbir.

1. Hanafi: Angkat tangan 1x.
كبر النبي على جنازة فرفع يديه في اول تكبيرة. ت
Nabi angkat tangan di awal takbir shalat jenazah. HR Tarmidzi, hasan lighairihi.

2. Syafii, hanbali: Angkat tangan 4x.
كان ابن عمر يرفع يديه على كل تكبيرة. هق
Ibnu umar angkat tangan tiap kali takbir dalam shalat jenazah. HR Daraquthni, sanad shahih.

3. *Tiada dalil mengganjilkan shaf shalat jenazah.*
Pemahaman pengganjilan tersebut muncul dari salah tafsir terhadap 2 hadits berikut:
ان الله وتر يحب الوتر فاوتروا.
Alloh menyukai witir (ganjil) maka shalatlah witir. HR Tarmizi shahih.

ما من مسلم يموت فيصلي عليه ٣ صفوف من المسلمين الا اوجب. د
Tiada muslim yang mati lalu dishalati 3 shaf muslimin, melinkan pasti diampuni. HR abu dawud, dhaif mudallas.

الشوكاني: اقل الصف اثنان.
Minimal 1 shaf berisi 2 orang, maksimal tiada batasnya.

مالك اذا استقل اهل الجنازة جزأهم ٣ صفوف.
Malik hubairah *jika melihat yang shalat hanya sedikit, maka ia buat 3 shaf.*
Artinya, jika banyak maka tidak dia bikin 3 shaf, dan sama sekali bukan agar ganjil, tapi agar banyak, karena 3 adalah minimal jumlah jamak. (Lihat Tamamul minnah)

السندي: (يبلغون مائة) يقتضي ان كونهم ٣ صفوف غير مقصود، بل بلوغهم ذلك المقدار يكفي.
Dalam hadis lain disebutkan: Disolatkan 100 orang. Maka jumlah 3 sof itu bukan sesuatu yang dituju, tapi jumlah tsb cukup (utk diampuni Alloh).

HQA 1225


Selasa, 24 Maret 2020

PAHALA LOCKDOWN



Corona dan Lockdown 
Berpahala syahid walaupun tidak meninggal dunia.


عَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا-، أَنَّهَا قَالَتْ : سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ، فَأَخْبَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، *فَيَمْكُثُ فِي بَيْتِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا* يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ ".

Dari Aisyah radhiallahu 'anha, bahwasanya dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang wabah (tha'un), maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan kepadaku:

"Bahwasannya wabah (tha'un) itu adalah adzab yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah jadikan sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidaklah seseorang yang ketika terjadi wabah (tha'un) *dia tinggal di rumahnya, bersabar dan berharap pahala (di sisi Allah)* dia yakin bahwasanya tidak akan menimpanya kecuali apa yang ditetapkan Allah untuknya, maka dia akan mendapatkan seperti pahala syahid".

📚إسناده صحيح على شرط البخاري • أخرجه البخاري (٣٤٧٤)، والنسائي في «السنن الكبرى» (٧٥٢٧)، وأحمد (٢٦١٣٩) واللفظ له.

Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Al-Bukhari. Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (3474), An-Nasa'i dalam As-Sunan Al-Kubra (7527), Ahmad (26139) dan lafadz ini adalah lafadz riwayat Ahmad.

📗🖌قال ابن حجر رحمه الله : *"اقتضى منطوقه أن من اتصف بالصفات المذكورة يحصل له أجر الشهيد وإن لم يمت ".*
📚[فتح الباري (194/10)]📚

Ibnu Hajar rahimahullah berkata: konsekuensi manthuq (makna eksplisit) hadits ini adalah, orang yang memiliki sifat yang disebut pada hadits tersebut akan mendapatkan pahala syahid walaupun tidak meninggal dunia. (Fathul Bari: 10:194).
Dialihbahasakan oleh: Fuad Hamzah Baraba

🆘🆘🆘

CORONA MELANDA, SHOLAT TETAP KE MASJID




BERLINDUNG KE MASJID


1. Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

 عن أنس بن مالك:] إذا أنزل اللهُ عزَّ وجلَّ عاهةً من السَّماءِ على الأرضِ صُرِفت عن عُمّارِ المساجدِ
ابن عدي (٣٦٥ هـ)، الكامل في الضعفاء ٤/٢٠٥  •  [فيه] زافر بن سليمان أحاديثه مقلوبة الإسناد مقلوبة المتن وعامة ما يرويه لا يتابع عليه ويكتب حديثه مع ضعفه  •  أخرجه ابن عدي في «الكامل في الضعفاء» (٣/٢٣٣) واللفظ له، وابن عساكر في «تاريخ دمشق» (١٧/١١).

Sesungguhnya apabila Allah ta'ala menurunkan penyakit dari langit kepada penduduk bumi maka Allah menjauhkan penyakit itu dari orang-orang yang meramaikan masjid.

Hadits riwayat Ibnu Asakir (juz 17 hlm 11) dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232).

2. Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذا أرَادَ الله بِقَوْمٍ عاهةً نَظَرَ إِلَى أهْلِ المَساجِدِ فَصَرَفَ عَنْهُمْ

Apabila Allah menghendaki penyakit pada suatu kaum, maka Allah melihat ahli masjid, lalu menjauhkan penyakit itu dari mereka.

Riwayat Ibnu Adi (juz 3 hlm 233); al-Dailami (al-Ghumari, al-Mudawi juz 1 hlm 292 [220]); Abu Nu'aim dalam Akhbar Ashbihan (juz 1 hlm 159); dan al-Daraquthni dalam al-Afrad (Tafsir Ibn Katsir juz 2 hlm 341).

3. Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: " إِنِّي لَأَهُمُّ بِأَهْلِ الْأَرْضِ عَذَابًا فَإِذَا نَظَرْتُ إِلَى عُمَّارِ بُيُوتِي والْمُتَحَابِّينَ فِيَّ والْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ صَرَفْتُ عَنْهُمْ "

Allah عز وجل berfirman: "Sesungguhnya Aku bermaksud menurunkan azab kepada penduduk bumi, maka apabila Aku melihat orang-orang yang meramaikan rumah-rumah-Ku, yang saling mencintai karena Aku, dan orang-orang yang memohon ampunan pada waktu sahur, maka Aku jauhkan azab itu dari mereka.

Riwayat al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman [2946].

4. Sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
"إِذَا عَاهَةٌ مِنَ السَّمَاءِ أُنْزِلَتْ صُرِفَتْ عَنْ عُمَّارِ الْمَسَاجِدِ"

Apabila penyakit diturunkan dari langit, maka dijauhkan dari orang-orang yang meramaikan masjid.

Riwayat al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman [2947]; dan Ibnu Adi (juz 3 hlm 232). Al-Baihaqi berkata: "Beberapa jalur dari Anas bin Malik dalam arti yang sama, apabila digabung, maka memberikan kekuatan (untuk diamalkan)".

5. Al-Imam al-Sya'bi, ulama salaf dari generasi tabi'in, رحمه الله تعالى berkata:

"كَانُوا إِذَا فَرَغُوا مِنْ شَيْءٍ أَتَوُا الْمَسَاجِدَ "

Mereka (para sahabat) apabila ketakutan tentang sesuatu, maka mendatangi masjid.

Al-Baihaqi, Syu'ab al-Iman (juz 3 hlm 84 [2951]).

Beberapa riwayat di atas mengantarkan pada kesimpulan, bahwa dalam situasi wabah dan virus yang mengancam masyarakat ini, umat Islam dianjurkan semakin rajin ke masjid. Bukan meninggalkan masjid. Kecuali bagi orang yang terkena penyakit menular. Maka tidak boleh ke masjid

Rabu, 12 Februari 2020

مجموعة كتب في الاحتفال بالمولد النبوي الشريف

📚 مجموعة كتب في الاحتفال بالمولد النبوي الشريف على صاحبه أفضل الصلاة والسلام 📚


1- المورد الهني في المولد السني
تأليف الإمام الحافظ زين الدين الحسين بن عبدالرحيم العراقي (ت: 806هـ )
https://archive.org/download/Mawlid-...murd-alhni.pdf

📗📗
2- عرف التعريف بالمولد الشريف
للإمام الحافظ المقرئ أبي الخير محمد بن محمد بن محمد ابن الجزري (ت: 833هـ)
https://archive.org/download/Mawlid-..._ibnjazari.pdf

📔📔
3- النعمة الكبرى على العالم في مولد سيد ولد آدم
تأليف الإمام العلامة أحمد ابن حجر الهيتمي
https://archive.org/download/Mawlid-...ah-alkobra.pdf

📗📗
4- حسن المقصد في عمل المولد
تأليف الإمام الحافظ جلال الدين السيوطي
https://archive.org/download/Mawlid-...osn-almgsd.pdf

📔📔
5- مولد النبي صلي الله عليه و سلم
تأليف العلامة عبد الرحمن بن عبد المنعم الخياط مفتي الصعيد في القرن الثاني عشر الهجري
https://archive.org/download/Mawlid-...abi-llkyat.pdf

📗📗
6- الهدي التام في موارد المولد النبوي وما اعتيد فيه من القيام
تأليف الشيخ العلامة محمد علي بن حسين بن إبراهيم المالكي المكي
https://archive.org/download/Mawlid-...lhdy-attam.pdf

📔📔
7- البيان النبوي عن فضل الاحتفال بمولد النبي
تأليف الشيخ محمود بن أحمد الزين
https://archive.org/download/Mawlid-...an-annbawi.pdf

📗📗
8- خلاصة الكلام في الاحتفال بمولد خير الأنام
تأليف السيد عبد الله بن الشيخ ابو بكر بن سالم
https://archive.org/download/Mawlid-...ast-alklam.pdf
📔📔
9- بشائر الأخيار في مولد المختار صلى الله عليه وآله وسلم
تأليف السيد محمد ماضي أبو العزائم
https://archive.org/download/Mawlid-...ir-alafrah.pdf
📗📗
10- اللآلي السنية في مشروعية مولد خير البرية
تأليف العلامة عثمان بن الشيخ عمر بن الشيخ داود
https://archive.org/download/Mawlid-...ale-assnih.pdf
📔📔
11- حول الاحتفال بذكرى المولد النبوي الشريف
للسيد العلامة محمد بن علوي المالكي الحسني
https://archive.org/download/Mawlid-...l-alihtfal.pdf

📗📗

12- الحجج الدامغة والبراهين الساطعة في جواز الاحتفال بالمولد النبوي الشريف
تأليف الشيخ حامد أحمد بابكر
https://archive.org/download/Mawlid-...j-addamiah.pdf

📔📔
13- الأدلة الشرعية في جواز الاحتفال بميلاد خير البرية
تأليف: د. عز الدين حسين الشيخ
https://archive.org/download/Mawlid-...h-asshrayh.pdf

📗📗
14- ابتغاء الوصول لحبّ الله بمدح الرسول ومشروعية قراءة المولد
الشيخ أبو محمد الويلتوري
https://archive.org/download/Mawlid-...tga-alwsol.pdf
📔📔
15- مولد النبي صلى الله عليه وأله وسلم
للشيخ الداعية الكبير محمد إلياس الرضوي الهندي
https://archive.org/download/Mawlid-...wlid-radwi.pdf

📗📗
16- حكم الاحتفال بالمولد النبوي بين المجيزين والمانعين
تأليف فضيلة الـشيخ عبدالفتاح قديش اليافعي حفظه الله
https://www.mediafire.com/download/d22l58gxdg25ku2

📔📔
17- الإعلام بفتاوي ائمة الاسلام حول مولده عليه الصلاة والسلام
جمع وترتيب: السيد محمد بن علوي المالكي الحسني رحمه الله تعالى
https://www.archive.org/download/348...tawi-aimah.pdf

📗📗
18- الاحتفال بالمولد النبوي بين المؤيدين والمعارضين مناقشات وردود
تأليف السيد أبي الحسنين عبد الله الحسيني المكي الهاشمي
https://soo.gd/mold-alnabi

📔📔
19- إقامة القيامة على طاعن القيام لنبي تهامة (عربي وأردو)
المؤلف فضيلة الشيخ العلامة أحمد رضا خان رحمه الله تعالى
https://archive.org/download/kiyam_a...m_almawlid.pdf

📗📗
20- زاد الأبرار في حقوق يوم مولد الرسول محمد المختار
المؤلف الإمَام طَارقُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْسَّعْدِيُّ
إعداد: دار الجنيد
https://www.daroljunaid.com/ebooks/z...ek_Alsaadi.pdf


📚💡📚💡📚