Minggu, 17 Mei 2020

ZAKAT FITRAH PAKAI UANG LEBIH MAHAL



ZAKAT FITRAH PAKAI UANG 
LEBIH MAHAL




1. Menurut mayoritas fuqoha (termasuk Mazhab Syafi'i) zakat fitrah dg uang tdk sah, karena Hadits menyatakan zakat fitrah harus dg makanan pokok regional, tdk ada pernyataan dg bayar uang

2. Mazhab Hanafi membolehkan bayar zakat fitrah dg uang,* karena lebih jelas tuk menutupi kebutuhan fakir miskin.

3. Boleh taqlid (mengikuti) Mazhab Hanafi bayar zakat fitrah dg uang jika memang itu lebih bermanfaat bagi fakir miskin

4. Syarat taqlid Mazhab lain tdk terjadi talfiq (mencampur aduk pendapat mazhab2 sehingga tdk sah menurut masing-masing mazhab).

Artinya, dia harus konsisten dg aturan mazhab yg ditaqlidi dlm kasus ini, sehingga dia membayar harga satu sho' dlm ukuran Mazhab Hanafi, bukan harga satu sho' ukuran Mazhab jumhur: 

1. sho' menurut jumhur adalah 4 mud = 5.3 rithl = 2400 gr / 2.4 kg. makanan pokok regional._ 

1. sho' menurut Mazhab Hanafi adalah 8 rithl = 3800 gr / 3.8 kg. bahan makanan selain hinthoh (gandum)._ 
_--> Dan cukup dg harga 0.5 sho' hinthoh (gandum) atau 1900 gr. / 1.9 kg._ 

Mazhab Hanafi berpatokan dg hadits Tsa'labah, Rosululloh ﷺ berkhutbah dan berkata, "Bayarkan zakat fitrah untuk orang merdeka dan hamba sahaya setengah sho' gandum, atau 1 sho' kurma atau 1 sho' syair (jelai = baca: sebangsa beras)". [HR. Abu Dawud].

#Bagi yg membayar zakat fitrah dg uang harus mengikuti ukuran dlm mazhab Hanafi.

 ```1. Gandum @ kg = 20.000 x 1,9 kg = Rp. 38.000``` 

 ```2. Jelai / beras super @ kg = 12.000 x 3,8 kg = *Rp.45.600*

 *Redaksi / Dasar Hukum  Kitab I'anah at-Tholibin Juz 2, hal. 195.* 
==============================

    : حكم اخراج القيمة في زكاة الفطر

١_ لا يجزيء اخراج القيمة على مذهب الجمهور (ومنهم الشافعية)، لأن الحديث الشريف نص على قوت البلد ولم ينص على القيمة.

٢_ اجاز الحنفية اخراج القيمة فإنه يحصل بها اغناء الفقير.

٣_ للمقلد تقليد مذهب الحنفية في اخراج القيمة إن كانت هناك مصلحة للفقير.

٤_ من شروط تقليد المذهب الآخر عدم التلفيق، بمعنى:
أن يلتزم بضوابط المذهب الذي يقلده في المسألة، فيخرج قيمة مقدار الصاع عند الأحناف، ولا يخرج قيمة مقدار الصاع في مذهب الجمهور. 
مقدار الصاع عند الجمهور = أربعة أمداد= ٥ وثلث ارطال = ٢٤٠٠ غم تقريباً. 
مقدار الصاع عند الحنفية = ٨ ارطال = ٣٨٠٠ غم. 
ويكفي من الحنطة نصف صاع (١٩٠٠ غم) ومن باقي الأصناف صاع (٣٨٠٠ غم).
لحديث ثعلبة العذري أنه قال: خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: «أدوا عن كل حر وعبد نصف صاع من بر، أو صاعاً من تمر، أو صاعاً من شعير» [رواه أبو داود]. 

#الحاصل: من اراد اخراج القيمة تقليداً لمذهب السادة الحنفية فاليلتزم بمقادير مذهبهم.
والله أعلم... 

إعانة الطالبين، ج ٢ ، ص : ١٩٥. 
الفقه الإسلامي وادلته.

Kamis, 07 Mei 2020

Suara Ledakan di Setengah Bulan Romadhon



Suara Ledakan di Setengah Bulan Romadhon



Hadits palsu yang dipercaya. Tidak hanya dhoif, tapi Hadits berikut  derajatnya palsu (maudhu’), karena di dalam sanadnya terdapat beberapa perawi hadits yang pendusta. 

قَالَ نُعَيْمٌ بْنُ حَمَّادٍ : حَدَّثَنَا أَبُو عُمَرَ عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ قَالَ : حَدَّثَنِي عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ حُسَيْنٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنِ الْحَارِثِ الْهَمْدَانِيِّ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : “إذا كانَتْ صَيْحَةٌ في رمضان فإنه تكون مَعْمَعَةٌ في شوال، وتميز القبائل في ذي القعدة، وتُسْفَكُ الدِّماءُ في ذي الحجة والمحرم.. قال: قلنا: وما الصيحة يا سول الله؟ قال: هذه في النصف من رمضان ليلة الجمعة فتكون هدة توقظ النائم وتقعد القائم وتخرج العواتق من خدورهن في ليلة جمعة في سنة كثيرة الزلازل ، فإذا صَلَّيْتُمْ الفَجْرَ من يوم الجمعة فادخلوا بيوتكم، وأغلقوا أبوابكم، وسدوا كواكـم، ودَثِّرُوْا أَنْفُسَكُمْ، وَسُـدُّوْا آذَانَكُمْ إذا أَحْسَسْتُمْ بالصيحة فَخَرُّوْا للهِ سجدًا، وَقُوْلُوْا سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ، سُبْحَانَ اللهِ اْلقُدُّوْسِ ، ربنا القدوس فَمَنْ يَفْعَلُ ذَلك نَجَا، وَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ هَلَكَ)

_Nu’aim bin Hammad berkata: “Telah menceritakan kepada kami Abu Umar, dari Ibnu Lahi’ah, ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abdul Wahhab bin Husain, dari Muhammad bin Tsabit Al-Bunani, dari ayahnya, dari Al-Harits Al-Hamdani, dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: “Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, kabilah-kabilah saling bermusuhan (perang antar suku, pent) di bulan Dzul Qa’dah, dan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzul Hijjah dan Muharram…”. Kami bertanya: “Suara apakah, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jumat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: “Mahasuci Allah Al-Quddus, Mahasuci Allah Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus”, kerana barangsiapa melakukan hal itu, niscaya ia akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu, niscaya akan binasa”._

(Hadits ini diriwayatkan oleh Nu’aim bin Hammad di dalam kitab Al-Fitan I/228, No.638, dan Alauddin Al-Muttaqi Al-Hindi di dalam kitab Kanzul ‘Ummal, No.39627).

Status  Hadits : 

- Al Imam Ad Zahabai mengatakan :

وفيه عبد الوهاب بن حسين وهو مجهول، قلت ذا موضوع  
 “Di dalam hadits ini terdapat Abdul Wahab bin Husain, dia adalah orang yang tidak diketahui. Aku (adz-Dzahabi) berkata: ‘Hadits ini maudlu’ (palsu)” (Adz-Dzahabi, Mukhtashar Istidrak adz-Dzahabi ‘ala Mustadrak al-Hakim, juz 4, hal. 522).

- Al-Uqaily rahimahullah berkata: “Hadits ini tidak memiliki dasar dari hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya), atau dari jalan yang tsabit (kuat dan benar adanya).” (Lihat Adh-Dhu’afa Al-Kabir III/52).

- Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Hadits ini dipalsukan atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” (Lihat Al-Maudhu’aat III/191).

Selasa, 21 April 2020

Link Murotal Online



Perbanyak Membaca dan Mendengarkan Al-Qur'an lewat media online, caranya gampang : 

1. Tekan link dibawah.
2. Setelah mobile browser anda terbuka, pilih Simpan File atau Buka File
3. Semoga bermanfaat

LINK :

*Juz 1* ⇨ http://j.mp/2b8SiNO
*Juz 2* ⇨ http://j.mp/2b8RJmQ
*Juz 3* ⇨ http://j.mp/2bFSrtF
*Juz 4* ⇨ http://j.mp/2b8SXi3
*Juz 5* ⇨ http://j.mp/2b8RZm3
*Juz 6* ⇨ http://j.mp/28MBohs
*Juz 7* ⇨ http://j.mp/2bFRIZC
*Juz 8* ⇨ http://j.mp/2bufF7o
*Juz 9* ⇨ http://j.mp/2byr1bu
*Juz 10* ⇨ http://j.mp/2bHfyUH
*Juz 11* ⇨ http://j.mp/2bHf80y
*Juz 12* ⇨ http://j.mp/2bWnTby
*Juz 13* ⇨ http://j.mp/2bFTiKQ
*Juz 14* ⇨ http://j.mp/2b8SUTA
*Juz 15* ⇨ http://j.mp/2bFRQIM
*Juz 16* ⇨ http://j.mp/2b8SegG
*Juz 17* ⇨ http://j.mp/2brHsFz
*Juz 18* ⇨ http://j.mp/2b8SCfc
*Juz 19* ⇨ http://j.mp/2bFSq95
*Juz 20* ⇨ http://j.mp/2brI1zc
*Juz 21* ⇨ http://j.mp/2b8VcBO
*Juz 22* ⇨ http://j.mp/2bFRxNP
*Juz 23* ⇨ http://j.mp/2brItxm
*Juz 24* ⇨ http://j.mp/2brHKw5
*Juz 25* ⇨ http://j.mp/2brImlf
*Juz 26* ⇨ http://j.mp/2bFRHF2
*Juz 27* ⇨ http://j.mp/2bFRXno
*Juz 28* ⇨ http://j.mp/2brI3ai
*Juz 29* ⇨ http://j.mp/2bFRyBF
*Juz 30* ⇨ http://j.mp/2bFREcc


Minggu, 12 April 2020

UJIAN UNTUK CALON MENANTU

UJIAN  UNTUK CALON MENANTU 


Sebagi makhluk sosial, keluar masuk pasti berinteraksi dengan banyak orang orang baru. Jangan terlalu cepat percaya dengan kenalan baru anda, jika belum melewati tiga ujian ini. Begitu pula bagi anda orang tua yang hendak menikahkan putrinya, maka cara berikut mungkin menjadi cara mengetahui laki laki yang melamar putri anda orang baik atau tidak. Jadi berikut adalah cara untuk mengetahui watak asli seseorang : 

1. Ajak bershafar dengannya. Orang kalau capek akan terlihat watak aslinya,
2. Ajak bertransaksi atau berbisnis dengannya.
3. Beri amanah kepadanya.

Jika tiga itu berhasil diujikan kepada yang bersangkutan, maka anda akan mengetahui watak asli dari seseorang itu. 

Jika tidak bisa melakukan ketiga hal diatas maka cukup lihatlah ketekunan dia ke masjid. Dari kerajinan ia berangkat ke masjid dan ke khusyuan ia melakukan ibadah. Dari sana maka anda akan faham akan bisa menyimpulkan hasilnya. 

Teori diatas adalah teorinya  Abdullah Al 'Amiri sebagaimana disebutkan dalam kitab mujalasah berikut :


وروى الدينوري في المجالسة عن عبدالله العمري قال : قال رجل لعمر إن فلانا رجل صدق فقال له هل سافرت معه ؟ قال : لا . قال : فهل كانت بينك وبينه معاملة ؟ قال : لا . قال فهل ائتمنتَه على شيء ؟
قال : لا . قال : فأنت الذي لا علم لك به أُراك رأيتَه يرفع رأسه ويخفضه في المسجد انتهى .

(ولا يعارضه اذا رأيتم الرجل يعتاد المسجد فاشهدوا له بالإيمان فتأمل ).

 (مرجع : المجالسة وجواهر العلم ، للدينوري)


Ada orang laki laki mengatakan kepada Abdullah al Amiri : "Si ini orangnya jujur!" Al Amiri mejawab : "Apakah kamu pernah bepergian denganya"? Dia menjawab :"belum". Al amiri : "Apakah kamu pernah bermuamalah denganya"? "Belum" kata laki laki itu. "Apakah kamu pernah memberinya sebuah amanah"? Kata al amiri. "Belum" jawab si laki laki lagi. Al Amiri mengatakan : "ya sudah, sekarang ku beri tahukan kepadamu cara mengenali orang. Begini, perhatikan dia dalam soal masjid (bagaimana kerajinan ia pergi ke masjid) maka kamu bisa menympulkan". (Kitab Refrensi : Al mujalasah wa jawaahirul ilmi). 


Sabtu, 11 April 2020

HADITS DIANGKATNYA WABAH DI BULAN MEI




Kapankah wabah ini akan berakhir ?





Ada sebuah hadits riwayat Imam Ahmad sebagai berikut :

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، حَدَّثَنَا عِسْلُ بْنُ سُفْيَانَ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِذَا طَلَعَ النَّجْمُ ذَا صَبَاحٍ، رُفِعَتِ الْعَاهَةُ "
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika satu bintang telah terbit di suatu pagi maka itu artinya penyakit akan pergi."

(Sanad ini dhaif karena ada nama Isl bin Sufyan, tapi dia dikuatkan oleh Abu Hanifah yg juga dhaif ).

Tapi bisa saling menguatkan dalam riwayat Ath-Thahawi di Syarh Musykil Al-Atsar, no. 2282 berikut ini :

إِذَا طَلَعَ النَّجْمُ رُفِعَتِ الْعَاهَةُ عَنْ أَهْلِ كُلِّ بَلَدٍ
"Jika bintang itu telah terbit maka hilanglah penyakit dari setiap negeri."

Ath-Thahawi berusaha mencari bintang apa yangg dimaksud maka beliau menggabungnya dengan hadits Ibnu Umar bahwa yg dimaksud bintang itu adalah   tsurayya (النجم: الثريا) (entah apa nama latinnya).

Disebutkan Ibnu Abdil Barri, menurut para ahli bahwa kemunculan bintang tsurayya terjadi 12 hari berlalu dari bulai Mei (lihat al istidzkar 6/306),


===========================


عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُرَاقَةَ قَالَ سَأَلْتُ ابْنَ عُمَرَ عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ فَقَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الثِّمَارِ حَتَّى تَذْهَبَ الْعَاهَةُ قُلْتُ وَمَتَى ذَاكَ قَالَ حَتَّى تَطْلُعَ الثُّرَيَّا
“Dari Utsman bin Abdullah bin Suraqah ia berkata: “Aku bertanya kepada Ibnu Umar tentang menjual buah-buahan (yang masih muda). Ibnu Umar lalu menjawab, “Rasulullah ﷺ melarang menjual buah-buahan hingga penyakitnya hilang.” Aku tanyakan, “Kapan itu?” Ia menjawab, “Hingga terbit sekumpulan bintang-bintang .”  (HR. Ahmad 5200)

Meski hadits Ibnu Umar itu bicara tentang buah jangan dipanen sebelum terbitnya bintang itu, karena kuatir rusak, dan kalau sudah terbit tsurayya buah sudah matang, tapi bisa saja maknanya umum untuk seluruh wabah penyakit baik untuk buah maupun manusia.




Jumat, 10 April 2020

DITEMUKAN OBAT PENYEMBUH VIRUS CORONA




SEMBUH DARI CORONA.




1. Diriwayatkan Abu Nueim dalam kitabnya al hilyah:

ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺣَﺎﻣِﺪِ ﺑْﻦُ ﺟَﺒَﻠَﺔَ، ﻗَﺎﻝَ: ﺛَﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﺇِﺳْﺤَﺎﻕَ، ﻗَﺎﻝَ: ﺛَﻨَﺎ ﺣَﺎﺗِﻢُ ﺑْﻦُ اﻟﻠَّﻴْﺚِ، ﻗَﺎﻝَ: ﺛَﻨَﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑْﻦُ ﻣَﻌِﻴﻦٍ، ﻗَﺎﻝَ: ﺛَﻨَﺎ ﺳُﻔْﻴَﺎﻥُ، ﻗَﺎﻝَ: ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺩَاﻭُﺩَ ﺑْﻦَ ﺃَﺑِﻲ ﻫِﻨْﺪٍ، ﻳَﻘُﻮﻝُ: " ﺃَﺻَﺎﺑَﻨِﻲ اﻟﻄﺎﻋﻮﻥ ﺯَﻣَﻦَ اﻟﻄَّﺎﻋُﻮﻥِ ﻓَﺄُﻏْﻤِﻲَ ﻋَﻠَﻲَّ، 

ﻓَﻜَﺄَﻥَّ اﺛْﻨَﻴْﻦِ ﺃَﺗَﻴَﺎﻧِﻲ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻤَﺎ ﻟِﺼَﺎﺣِﺒِﻪِ: ﺃَﻱُّ ﺷَﻲْءٍ ﺗَﺠِﺪُ؟ ﻗَﺎﻝَ: ﺃَﺟِﺪُ ﺑِﻪِ ﺗَﺴْﺒِﻴﺤًﺎ ﻭَﺗَﻜْﺒِﻴﺮًا، ﻭَﺧُﻄْﻮًا ﺇِﻟَﻰ اﻟْﻤَﺴَﺎﺟِﺪِ، ﻭَﺷَﻴْﺌًﺎ ﻣِﻦْ ﻗِﺮَاءَﺓِ اﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ، ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻣَﺎ،
ﻓَﺒَﺮَﺃْﺕُ ﻭَﺃَﻗْﺒَﻠْﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﻗِﺮَاءَﺓِ اﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻓَﺤَﻔِﻈْﺘُﻪُ، ﻭَﻟَﻢْ ﺃَﻛُﻦْ ﺃَﺣْﻔَﻈُﻪُ ﻗَﺒْﻞَ ﺫَﻟِﻚَ 

Sufyan mengatakan , Aku mendengar Dawud bin Abi Hindi (ahli hadits) mengatakan : " Aku terkena wabah tha'un dizaman merebaknya wabah itu, hingga pingsan. Kemudian  Saat pingsan itu, aku bermimpi didatangi 2 orang, satu malaikat bertanya kepada temanya : Apa amalnya yang kau dapati pada diri orang ini ? Dia menjawab: *Dia melakukan tasbih, takbir, melangkah ke masjid, dan sedikit dari baca Quran.* Lalu keduanya bangkit pergi. Akupun sembuh, lalu aku fokus menghafal al Quran hingga menyelesaikan hafalan yang dulu aku belum hafal."

Catatan : 
- Virus Corona akan hilang jika penderita selalu berdzikir, membaca Al Quran serta tekun beribadah. 


2. Obat Virus Corona oleh para Ulama Salaf : 

الشافعي: احسن ما يداوى به الطاعون التسبيح. حل.
Imam as Syafii mengatakan : Obat terbaik untuk thaun(penyakit menular)  adalah tasbih. (Kitab al hilyah)
Dalilnya adalah ayat:
فلولا انه كان من المسبحين للبث في بطنه ...
Seandainya dia (Nabi Yunus)  tidak termasuk orang yang bertasbih, maka selamanya dia akan tinggal di perut ikan itu. (QS as Shaffat (37): 143). 

3. Masjid untuk hadapi corona.
اذا عاهة من السماء انزلت صرفت عن عمار المساجد. (في لفظ: اهل المساجد). هب، حسن.
Jika musibah turun dari langit, (orang-orang) pemakmur masjid akan di palingkan dari masjid. (HR Baihaqi dalam Syuab, dan berkata, dhaif tetapi saling menguatkan). 

Angkat Tangan Sholat Jenazah


ANGKAT TANGAN SHALAT JENAZAH.

Boleh angkat tangan 1x di awal saja, boleh pula 4x angkat tangan tiap takbir.

1. Hanafi: Angkat tangan 1x.
كبر النبي على جنازة فرفع يديه في اول تكبيرة. ت
Nabi angkat tangan di awal takbir shalat jenazah. HR Tarmidzi, hasan lighairihi.

2. Syafii, hanbali: Angkat tangan 4x.
كان ابن عمر يرفع يديه على كل تكبيرة. هق
Ibnu umar angkat tangan tiap kali takbir dalam shalat jenazah. HR Daraquthni, sanad shahih.

3. *Tiada dalil mengganjilkan shaf shalat jenazah.*
Pemahaman pengganjilan tersebut muncul dari salah tafsir terhadap 2 hadits berikut:
ان الله وتر يحب الوتر فاوتروا.
Alloh menyukai witir (ganjil) maka shalatlah witir. HR Tarmizi shahih.

ما من مسلم يموت فيصلي عليه ٣ صفوف من المسلمين الا اوجب. د
Tiada muslim yang mati lalu dishalati 3 shaf muslimin, melinkan pasti diampuni. HR abu dawud, dhaif mudallas.

الشوكاني: اقل الصف اثنان.
Minimal 1 shaf berisi 2 orang, maksimal tiada batasnya.

مالك اذا استقل اهل الجنازة جزأهم ٣ صفوف.
Malik hubairah *jika melihat yang shalat hanya sedikit, maka ia buat 3 shaf.*
Artinya, jika banyak maka tidak dia bikin 3 shaf, dan sama sekali bukan agar ganjil, tapi agar banyak, karena 3 adalah minimal jumlah jamak. (Lihat Tamamul minnah)

السندي: (يبلغون مائة) يقتضي ان كونهم ٣ صفوف غير مقصود، بل بلوغهم ذلك المقدار يكفي.
Dalam hadis lain disebutkan: Disolatkan 100 orang. Maka jumlah 3 sof itu bukan sesuatu yang dituju, tapi jumlah tsb cukup (utk diampuni Alloh).

HQA 1225