Kamis, 12 Januari 2017

TIGA RUMUS SELAMAT

*MUTHOLAAH   Vol.49*     08/12/2016


TIGA  RUMUS  SELAMAT



๐Ÿ—๐Ÿฅ๐Ÿ—๐Ÿฅ๐Ÿ—๐Ÿฅ๐Ÿ—๐Ÿฅ๐Ÿ—๐Ÿฅ๐Ÿ—

_ุนู† ุนู‚ุจุฉ ุจู† ุนุงู…ุฑ ุงู„ุฌู‡ู†ูŠ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงู„: ู‚ู„ุช:_ 
_ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ , ู…ุง ุงู„ู†ุฌุงุฉ؟ , ู‚ุงู„:_

  *(( ุฃَู…ْุณِูƒْ ุนَู„َูŠْูƒَ ู„ِุณَุงู†َูƒَ ูˆَู„ْูŠَุณَุนْูƒَ ุจَูŠْุชُูƒَ ูˆَุงุจْูƒِ ุนَู„َู‰ ุฎَุทِูŠุฆَุชِูƒَ ))*


ุงู†ุธุฑ ุตุญูŠุญ ุงู„ุฌุงู…ุน: 1392 

Artinya:

_Dari ‘Uqbah bin ‘Aamir ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ berkata, “Aku bertanya kepada Rosuulullooh ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…, apakah An Najaat itu (selamat)?” Beliau ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… menjawab:
“Hendaknya kamu kendalikan mulutmu, Lapangkanlah rumahmu dan tangisilah kesalahanmu.”

(HR. At Tirmidzi : 2406 dan Ahmad 17488, Hadits Sohih).

๐Ÿ—๐Ÿฅ๐Ÿ—๐Ÿฅ๐Ÿ—๐Ÿฅ๐Ÿ—๐Ÿฅ๐Ÿ—๐Ÿฅ๐Ÿ—

✍ PENGERTIAN  HADITS ✍ :

๐ŸŒธAda tiga hal yang menyebabkan kepada keselamatan, menahan lisan, melapangkan rumah, dan menangisi dosa.

๐ŸŒธ Kalimat "Kendalikan mulutmu" maksudnya menyeleksi setiap ucapan yang keluar dari lisan. Hanya perkataan-perkataan yang baik saja yang diucapkan dan menahan semua perkataan yang menimbulkan dosa. Karena mulut merupakan sumber malapetaka dunia maupun akhirat. Banyak orang yang mulia karena lisan namun sebaliknya banyak juga yang hina karena ulah lisannya. 

๐ŸŒธ“Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anh mengomentari ayat : _“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS : Qoof : 18)._ Maksudnya ditulis setiap apa ia ucapkan, dari hal yang baik atau yang buruk, sampai-sampai ditulis perkataanya: _“Saya makan, saya minum, saya pergi, saya datang dan saya melihat”._   
Subhanallah demikian detailnya malaikat mencatat ucapan manusia.

๐ŸŒธDisebutkan dalam sebuah cerita tentang Imam Ahmad rahimahullah bahwa beliau merintih ketika sakit yang beliau derita, lalu disampaikan kepada beliau bahwa Tahwus rahimahullah pernah berkata:
_Malaikat akan menulis segala sesuatu sampai rintihan maka tidak pernah Imam Ahmad merintih setelah itu sampai beliau meninggal.”_
(Lihat kitab tafsir Ibnu Katsir).

๐ŸŒธKalimat "lapangkanlah rumahmu" bermakna jadikanlah rumahmu se nyaman dan se menarik mungkin supaya kamu betah untuk tinggal ber lama-lama di rumah. Dengan begitu diharapkan supaya kamu tidak banyak keluar rumah dan memanfaatkan waktu untuk tekun beribadah kepada Allah. 

๐ŸŒธ Anjuran  mendesain rumah  se nyaman mungkin.  Selaian untuk kenyamanan ibadah, dengan banyak tinggal di rumah maka akan menjaga diri dari banyak dosa dan fitnah atau kemungkinan terpengaruh pergaulan yang menyesatkan. Jadi intinya dengan banyak tinggal di rumah merupakan langkah yang ideal untuk aman dari kemaksiatan dan dosa. 

๐ŸŒธKalimat "Tangisilah kesalahanmu" maksudnya menyesali dosa-dosa yang telah diperbuat, dengan cara bertobat dan menyesal serta berjanji untuk tidak mengulangi lagi. Dengan begitu hidup akan selalu ada perbaikan dan perbaikan hingga akhirnya menjadi insan mulia pilihan Allah SWT. Amiin.

๐Ÿ’  MT AS SAKINAH ๐Ÿ’

http://talimassakinah.blogspot.co.id

Rabu, 11 Januari 2017

KEKUATAN SEJATI ADALAH KEKEUATAN JIWA DALAM MENAHAN HAWA NAFSU

MUTHOLAAH 48      2 DESEMBER  2016


KEKUATAN SEJATI ADALAH KEKEUATAN JIWA

 DALAM MENAHAN HAWA NAFSU


Hasil gambar untuk Orang yg paling kuat bukanlah pegulat. Tetapi orang yg paling kuat adalah orang yg dapat menguasai dirinya ketika ia sedang marah


๐ŸŽƒ๐ŸŒผ๐ŸŽƒ๐ŸŒผ๐ŸŽƒ๐ŸŒผ๐ŸŽƒ๐ŸŒผ๐ŸŽƒ๐ŸŒผ๐ŸŽƒ

_ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฃَู†َّ ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„:َ

*ู„َูŠْุณَ ุงู„ุดَّุฏِูŠุฏُ ุจِุงู„ุตُّุฑَุนَุฉِ ุฅِู†َّู…َุง*
*ุงู„ุดَّุฏِูŠุฏُ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَู…ْู„ِูƒُ ู†َูْุณَู‡ُ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ْุบุจَ*
ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…

_Dari Abu Huroiroh rodiyallu 'anhu bahwa Rosulullah SAW bersabda_  :  

*Orang yg paling kuat bukanlah peggulat. Tetapi orang yg paling kuat adalah orang yg dapat menguasai dirinya ketika ia sedang marah*. _[HR. Muslim No.4723_].

๐ŸŽƒ๐ŸŒผ๐ŸŽƒ๐ŸŒผ๐ŸŽƒ๐ŸŒผ๐ŸŽƒ๐ŸŒผ๐ŸŽƒ๐ŸŒผ๐ŸŽƒ

*✍๐ŸผPENGERTIAN HADITS ✍๐Ÿผ:*

๐Ÿ”ถKata ุงู„ุตُّุฑَุนَุฉِ diartikan dengan penggulat, maksudnya orang yang jago gulat tak tertandingi oleh lawannya karena sangking kuatnya dia.

๐Ÿ”ถHadits secara tegas mengatakan bahwasanya orang yang kuat bukanlah terkuat ototnya, akan tetapi kuat untuk menguasai syahwat tercelanya ketika sedang membara.

๐Ÿ”ถ Kekuatan ada dua : 
1.kuat badani atau otot. 2.kuat ma’nawi, yaitu kuat jiwanya.

๐Ÿ”ถGhodob/Marah merupakan salah satu sifat bawaan manusia. Dia  bergejolak dalam jiwa manusia ketika medapati sesuatu yang tidak dia suka. Ketika datang marah maka marah itu akan menggerakkan seluruh organ dalam dan luar tubuh sebagai bentuk pelampiasan. Maka disitulah peran orang yang kuat dia bermujahadah untuk menahannya. Sedang orang yang tak kuat pasti akan menurutkan kemarahannya dengan berbagai bentuk pelampiasan, baik dengan kata-kata, teriakan atau bahkan dengan tindakan tangan. _(Taudihul ahkam 4/576)_

๐Ÿ”ถ 2 Hadiah khusus dari Allah SWT bagi orang yang mampu menahan amarah :

. 1. Allah mengundang dan memasukkanya kedalam kelompok para pembesar.

2.Allah mempersilahkan kepadanya untuk memilih bidadari manasaja yang dia kehendaki.(HR.Abu Dawud : 4777). 

๐Ÿ”ถAda langkah-langkah untuk meredam api marah berdasarkan hadits Nabi SAW :

   1. Membaca Ta’awwudz_* Dengan taawudz akan mengusir setan.

   2. Berwudlu. 
Rasulullah bersabda, _“Kemarahan itu dari setan, sedangkan setan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah_.” (HR. Abu Dawud).

   3. Mengubah posisi_*.Dalam sebuah hadits dikatakan, _“Kalau kalian marah maka  duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah.”_ (HR. Abu Dawud).

   4. Diam. 
Dalam sebuah hadits dikatakan, _“Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah._” (HR. Ahmad).

   5. Bersujud, 
artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuah hadits dikatakan _“Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud).”_ (HR. Tirmidzi).

๐Ÿ’MT AS SAKINAH๐Ÿ’