Sabtu, 24 Februari 2018

MENGGENGGAM BARA DI AKHIR ZAMAN*_

*MUTHOLAAH Vol. 86*           19/01/2018
๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ







_ุนَู†ْ ุฃَู†َุณِ ุจْู†ِ ู…َุงู„ِูƒٍ ู‚َุงู„َ_
ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ :
*ูŠَุฃْุชِูŠ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุณِ ุฒَู…َุงู†ٌ ุงู„ุตَّุงุจِุฑُ ูِูŠู‡ِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฏِูŠู†ِู‡ِ ูƒَุงู„ْู‚َุงุจِุถِ ุนَู„َู‰ ุงู„ْุฌَู…ْุฑِ*
                         ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Arti hadits*:
 
_Dari Anas bin Malik berkata:_
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: 
*"Akan datang kepada manusia suatu masa yang ketika itu orang yang sabar di atas agamanya seperti menggenggam bara api."*
_(HR. Tirmidzi, 2184, sohih )_
๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


*_✍๐ŸผPENGERTIAN HADITS✍๐Ÿผ :_* 

⛳Merupakan mu'jizat Nabi SAW mengetahui apa yang akan terjadi didunia ini dimasa yang akan datang.
Ini membuktikan secara nyata dan tidak ada keraguan lagi padanya bahwa Muhammad SAW adalah utusan dan Nabi Allah. 
Sebab pengetahuan Muhammad  saw tiada lain dan tiada bukan bersumber dari wahyu, sedang wahyu pastinya bersumber dari Allah SWT.

⛳Masa atau zaman yang dimaksud nabi saw disini adalah masa akhir-akhir zaman atau menjelang hari kiamat. Dimana zaman ini merupakan zaman yang penuh dengan kemaksiatan, sehingga orang yang berpegang teguh dengan kemurnian agama mereka terganggu oleh lingkungannya. 
Lain halnya dengan para pendahulu yang tidak begitu banyak kemaksiatan yang mengganggu dan masih banyak maunah ,pertolongan dari Allah ditengah-tengah mereka. 
(Lihat Tuhfatul Ahwadzi). 

_⛳Mengapa diumpamakan dengan mengenggam bara api ?_ Ketahuilah bahwa bara api itu panas, ketika digenggam maka akan terasa panasnya. Akan tetapi ketika kita lepas maka kita akan kehilangan dia. Padahal kita sangat membutuhkannya. Ini perumpamaan yang sangat tepat, dimana kita membutuhkan islam ini demi kemulyaan di dunia dan akhirat. Namun ditengah-tengah kebutuhan kita dengan agama ini, banyak orang yang tidak suka dengan sikap kita itu. Sehingga banyak yang memusuhi, mengganggu hingga membunuh. 

⛳Orang beragama islam apalagi kalau sudah mengaku beriman, berarti sudah harus siap dengan resiko yang akan dipikulnya. 
*Syarat menjadi ahli surga adalah dengan ujian dan cobaan*,tidak cukup hanya pernyataan iman saja.

Allah berfirman : 

*ุฃَุญَุณِุจَ ุงู„ู†َّุงุณُ ุฃَู†ْ ูŠُุชْุฑَูƒُูˆุง ุฃَู†ْ ูŠَู‚ُูˆู„ُูˆุง ุขู…َู†َّุง ูˆَู‡ُู…ْ ู„ุง ูŠُูْุชَู†ُูˆู†َ (ูข)*

_Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan begitu saja ketika hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji ?_
(Al 'Ankabut : 2). 

⛳Hadits ini merupakan bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umat beliau agar mempersiapkan diri menghadapi keadaan yang demikian dahsyat. Mereka harus tahu bahwa masa itu pasti akan terjadi. 
_*Siapa yang menghadapi segala berbagai cobaan tetap sabar di atas agama dan imannya walau demikian dahsyat keadaannya, dia akan beroleh derajat yang tinggi di sisi Allah subhanahu wa ta’ala*_.

Ingatlah janji Allah : 

*ุฅِู†َّู…َุง ูŠُูˆَูَّู‰ ุงู„ุตَّุงุจِุฑُูˆู†َ ุฃَุฌْุฑَู‡ُู…ْ ุจِุบَูŠْุฑِ ุญِุณَุงุจٍ*

_“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”_ (QS. Az Zumar: 10).

Tentang ayat ini, Al Auza’i menyatakan bahwa _pahala mereka tak bisa ditimbang dan tak bisa ditakar,itu karena saking banyaknya._
(Tafsir Ibnu Katsir).

*⛳Mungkinkah saat ini kita hidup dizaman itu?*. Mungkin saja! Kita sudah hidup jauh dari masa kenabian,boleh dikatakan kita hidup di penghujung zaman. Sekarang ini kita sudah merasakan sendiri betapa banyaknya kemaksiatan bergelimangan di sekitar kita. Banyak gangguan beragama,fitnah dan tuduhan buruk diarahkan kepada Islam, umat Islam dianiaya dan di lecehkan. Belum lagi banyak pemikiran-pemikiran menyimpang yang gencar menyerang kemurnian islam. Ada liberalisme, orientalisme,  bid'ah, kesyirikan dan lain sebagainya. 

*⛳Terakhir kita sama-sama berdoa,semoga diberi keistiqomahan dan kekukuhan dalam berpegang teguh dengan Islam ini sampai Allah menetapkan kita dengan predikat khusnul khotimah*. Amin. 
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
       *๐Ÿ’MT AS SAKINAH๐Ÿ’*

Kunjungi : 
- # http://talimassakinah.blogspot.co.id
- # fb : Taklim As Sakinah
- # Gmail : jauharulfoundation@gmail.com

KEUTAMAAN BERJABAT TANGAN

*MUTHOLAAH  Vol. 85*  18/01/2018
๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ

                _*KEUTAMAAN   BERJABAT TANGAN*_





 ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ุฅِุณْุญَู‚َ ุนَู†ْ ุงู„ْุจَุฑَุงุกِ ู‚َุงู„َ
ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ :
*ู…َุง ู…ِู†ْ ู…ُุณْู„ِู…َูŠْู†ِ ูŠَู„ْุชَู‚ِูŠَุงู†ِ ูَูŠَุชَุตَุงูَุญَุงู†ِ ุฅِู„َّุง ุบُูِุฑَ ู„َู‡ُู…َุง ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ูŠَูْุชَุฑِู‚َุง*

*Arti Hadits*:

Dari Al Bara` ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
*"Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan kecuali Allah akan memberi ampunan kepada keduanya sebelum mereka berpisah."* (HR.Abu Dawud, hadits sohih).

๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿค๐Ÿผ
*✍๐ŸผPENGERTIAN HADITS✍๐Ÿผ :* 

๐Ÿ•ฏJabat tangan adalah mempertautkan satu tangan dengan tangan orang lain
(Tuhfatul ahwadzi (7/429).

๐Ÿ•ฏSejarah jabat tangan : 
Anas bin Malik Radhiyallahu anhu mengungkapkan :

ู„َู…َّุง ุฌَุงุกَ ุฃَู‡ْู„ُ ุงู„ْูŠَู…َู†ِ ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ :
*ู‚َุฏْ ุฌَุงุกَูƒُู…ْ ุฃَู‡ْู„ُ ุงู„ْูŠَู…َู†ِ ูˆَู‡ُู…ْ ุฃَูˆَّู„ُ ู…َู†ْ ุฌَุงุกَ ุจِุงู„ْู…ُุตَุงูَุญَุฉِ*

Tatkala penduduk Yaman datang (ke Madinah) Rasรปlullรขh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
*“Telah datang kepada kalian penduduk Yaman, dan merekalah orang yang pertama sekali yang melakukan berjabat tangan.”*
[ HR Abu Daud (no. 5213)].

๐Ÿ•ฏJabat tangan ketika bertemu atau hendak berpisah merupakan *sunnah* RasuluLlah saw dan para sahabat.
Imam Nawawi rahimahullah menyebutkan bahwa dalam hadits ini banyak terkandung faedah, diantaranya : _“Disunnahkan berjabat tangan tatkala berjumpa. Ini merupakan sunnah yang tidak diperselisihkan.”_
[syarah sohih muslim]. 

*๐Ÿ•ฏFadilah jabat tangan adalah bisa menggugurkan dosa.* Semakin lama berpegangan maka semakin banyak dosa berguguran.
Maksud dosa dalam hadits ini adalah dosa kecil, bukan dosa besar. _Dosa besar harus dihapuskan dengan taubah nasuhah_. 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, _“Terhapusnya (dosa) karena bersuci, shalat, puasa Ramadan, puasa Arafah, Asyura hanya terhadap dosa-dosa kecil saja.”_
(Al-Fatawa Al-Kubro, juz. 5).

๐Ÿ•ฏMerangkul diperbolehkan jika lama tidak bersua.
Anas -Radiallahu anhu-, dia berkata:

*ูƒَุงู†َ ุฃَุตْุญَุงุจُ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุฅِุฐَุง ุชَู„ุงَู‚َูˆْุง ุชَุตَุงูَุญُูˆْุง ูˆَุฅِุฐَุง ู‚َุฏِู…ُูˆْุง ู…ِู†ْ ุณَูَุฑٍ ุชَุนَุงู†َู‚ُูˆْุง*

_"Adalah para sahabat Nabi -Shalallahu alihi salam- apabila mereka bertemu mereka saling berjabat tangan, dan apabila datang dari safar mereka berpelukan."_ (HR. Thabrani, Mu'jamul Wasith: 97)

๐Ÿ•ฏPembahasan jabat tangan disini hanya berlaku bagi sesama jenis, jika lain jenis yang bukan mahrom maka hukumnya haram, dan ancamannyapun juga berat.

Dari Ma’qil bin Yasar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู„ุฃَู†ْ ูŠُุทْุนَู†َ ูِูŠ ุฑَุฃْุณِ ุฑَุฌُู„ٍ ุจِู…ِุฎْูŠَุทٍ ู…ِู†ْ ุญَุฏِูŠุฏٍ ุฎَูŠْุฑٌ ู„َู‡ُ ู…ِู†ْ ุฃَู†ْ ูŠَู…َุณَّ ุงู…ْุฑَุฃَุฉً ู„ุง ุชَุญِู„ُّ ู„َู‡ُ

_“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.”_
(HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir, shahih).
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
   *๐Ÿ’MT AS SAKINAH๐Ÿ’*

Kunjungi : 
- #  http://talimassakinah.blogspot.co.id
- # fb : Taklim As Sakinah
- # Gmail : jauharulfoundation@gmail.com

ADAB BERTEMU

*MUTHOLAAH    Vol.84*    _17/01/2017_



_*ADAB BERTEMU*_


 


_ุนู† ุฃู†ุณ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡_ 

*«ูƒَุงู†َ ุงู„ู†ุจูŠُّ ุฅِุฐَุง ุงุณْุชَู‚ْุจَู„َู‡ُ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ูَุตَุงูَุญَู‡ُ ู„ุงَ ูŠَู†ْุฒِุนُ ูŠَุฏَู‡ُ ู…ِู†ْ ูŠَุฏِู‡ِ ุญَุชَّู‰ ูŠَูƒُูˆู†َ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ุงู„ุฐูŠ ูŠَู†ْุฒِุนُ، ูˆَู„ุงَ ูŠَุตْุฑِูُ ูˆَุฌْู‡َู‡ُ ุนู† ูˆَุฌْู‡ِู‡ِ ุญَุชَّู‰ ูŠَูƒُูˆู†َ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ู‡ُูˆَ ูŠَุตْุฑِูُู‡ُ ูˆَู„َู…ْ ูŠُุฑَ ู…ُู‚َุฏِّู…ุงً ุฑُูƒْุจَุชَูŠْู‡ِ ุจَูŠْู†َ ูŠَุฏَูŠْ ุฌَู„َูŠْุณٍ ู„َู‡ُ»*

*Arti hadits :*

_"Adalah Nabi  jika menyambut seseorang (yang datang) beliau menjabat tangannya, beliau tidak menarik tangannya dari tangannya hingga orang itu yang menariknya. Beliau tidak memalingkan mukanya dari mukanya, hingga orang itu yang memalingkannya, dan tidak pernah terlihat beliau menjulurkan kedua lututnya dihadapan orang yang duduk di sisinya."_

(Tirmidzi: 2539, Baihaqi: 21250. Lihat juga Mu'jam al-Kabir: 13495)

๐Ÿฅจ๐Ÿฅจ๐Ÿฅฅ๐Ÿฅจ๐Ÿฅจ๐Ÿฅฅ๐Ÿฅจ๐Ÿฅจ๐Ÿฅฅ๐Ÿฅจ๐Ÿฅจ

_✍๐ŸผPENGERTIAN HADITS ✍๐Ÿผ:_ 

๐Ÿฅ—Ada beberapa adab berjumpa yang termuat dalam hadits ini. 

๐Ÿฅ—Pertama : Hendaklah berlama-lama dalam 
berjabat tangan, sebab  sepanjang berjabat tangan itulah dosa berguguran. Sebagaimana disampaikan  oleh Rosulullah saw dalam hadits yang lain berikut ini. 

 ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ุฅِุณْุญَู‚َ ุนَู†ْ ุงู„ْุจَุฑَุงุกِ ู‚َุงู„َ
ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ :
*ู…َุง ู…ِู†ْ ู…ُุณْู„ِู…َูŠْู†ِ ูŠَู„ْุชَู‚ِูŠَุงู†ِ ูَูŠَุชَุตَุงูَุญَุงู†ِ ุฅِู„َّุง ุบُูِุฑَ ู„َู‡ُู…َุง ู‚َุจْู„َ ุฃَู†ْ ูŠَูْุชَุฑِู‚َุง*

 Dari Al Bara` ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
*"Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabat tangan kecuali Allah akan memberi ampunan kepada keduanya sebelum mereka berpisah."*

(HR.Abu Dawud, hadits sohih).

๐Ÿฅ— Kedua : menaruh pandangan kepada orang yang ditemui.
Jangan memalingkan pandangan darinya. Pandangan kita terhadapnya merupakan kepedulian dan penghormatan baginya. 
Tentunya konteks hadits ini adalah laki dengan laki. Tidak berlaku lawan jenis yang bukan mahrom. Karena melihat yang bukan mahrom adalah haram. Allah Ta’ala berfirman : 

*ู‚ُู„ْ ู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูŠَุบُุถُّูˆุง ู…ِู†ْ ุฃَุจْุตَุงุฑِู‡ِู…ْ ูˆَูŠَุญْูَุธُูˆุง ูُุฑُูˆุฌَู‡ُู…ْ ุฐَู„ِูƒَ ุฃَุฒْูƒَู‰ ู„َู‡ُู…ْ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุฎَุจِูŠุฑٌ ุจِู…َุง ูŠَุตْู†َุนُูˆู†َ*

_”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."_ (QS. An-Nur [24] : 30).

๐Ÿฅ—Ketiga :  Nabi Muhammad saw dalam hadits ini juga mengajari kita bertata krama dalam majelis. Beliau mencontohkan bahwa dalam majelis tidak boleh menjulurkan kaki. Sebab menjulurkan kaki dalam majelis merupakan tindakan yang tidak etis atau tidak sopan.

๐ŸŒทManusia muliya senantiasa menjaga muruahnya(kemulyaan atau kewibawaanya). Sedikitpun Nabi Muhammad saw tidak mau terjebak dalam kehinaan muruah. 

๐ŸŒทSebagai manusia biasa yang ingin mendapatkan kemulyaan dan kewibawaan, maka hendaklah memperhatikan adab-adab sepele seperti ini. Jika dalam masalah sepele dia mempedulikan maka dalam perkara yang besar lebih bisa untuk menjaganya. Ketika sudah beretika dengan baik maka efeknya akan dicintai oleh orang banyak dan juga dicintai oleh Allah dan RasulNya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
   *๐Ÿ’MT AS SAKINAH๐Ÿ’*

Kunjungi : 
- # http://talimassakinah.blogspot.co.id
- # fb : Taklim As Sakinah
- # Gmail : jauharulfoundation@gmail.com

BEKAL  SAFAR

 *_MUTHOLAAH  Vol_.83*   15/12/2017 


*BEKAL  SAFAR* 




_ุนَู†ْ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ْุฎَุทْู…ِู‰ِّ ู‚َุงู„َ ูƒَุงู†َ ุงู„ู†َّุจِู‰ُّ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…_- _ุฅِุฐَุง ุฃَุฑَุงุฏَ ุฃَู†ْ ูŠَุณْุชَูˆْุฏِุนَ ุงู„ْุฌَูŠْุดَ ู‚َุงู„َ:_

*(( ุฃَุณْุชَูˆْุฏِุนُ ุงู„ู„َّู‡َ ุฏِูŠู†َูƒُู…ْ ูˆَุฃَู…َุงู†َุชَูƒُู…ْ ูˆَุฎَูˆَุงุชِูŠู…َ ุฃَุนْู…َุงู„ِูƒُู…ْ ))*


Dari Abdullah al-Khathmi   radhiyallahu’anhu-, dia berkata: _“Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak melepas keberangkatan pasukan beliau maka beliau berpesan,  :_
*Aku titipkan kepada Allah pemeliharaan agama kalian, amanat yang kalian emban, dan akhir penutup amal kalian*.”  (HR. Abu Dawud,sanadnya sahih).

๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


✍๐ŸผPENGERTIAN  HADITS ✍๐Ÿผ 

☎Merupakan sunnah Nabi SAW melepas kepergian seseorang.

☎Sunnah beliau juga dalam pelepasan adalah, mengucapkan kalimat perpisahan. Kalimat perpisahan ini sekaligus bekal yang beliau bekalkan kepada musafirin yang akan pergi jauh.

☎Kalimat itu penuh muatan pesan dan doa yang memperkukuh moral dan mental mereka. Pesan itu ialah : 
_pertama_ : 
*ุฃَุณْุชَูˆْุฏِุนُ ุงู„ู„َّู‡ุฏِูŠู†َูƒُู…*ْ 
(Aku titipkan kepada Allah pemeliharaan agama kalian).

Agama adalah sesuatu yang paling berharga dalam hidup ini. Oleh karenanya hal yang pertama kali Nabi SAW wanti-wantikan adalah agama.
Sedang safar adalah suatu keadaan yang mudah mengantarkan pada lupa kepada ibadah. Keadaan yang lenggang dari pengawasan orang-orang terdekat menyebabkan diri merasa bebas berbuat apapun.  Lingkungan baru yang mengantarkan kepada pelanggaran agama. Atau juga  kondisi lelah yang menyebabkan bermalas-malas beribadah. Keadaan safar yang seperti itulah yang Nabi SAW wanti wantikan kepada para sahabat supaya tetap istiqomah dalam beribadah. 
Kalimat ini juga bermuatan doa supaya Allah tetap menjaga orang-orang yang berada dalam safar tetap dalam agamanya. 

Kedua :
*ูˆَุฃَู…َุงู†َุชَูƒُู…ْ*

*(Aku titipkan kepada Allah pemeliharaan amanah kalian)*

Nabi SAW juga bรจrpesan supaya mereka menjaga amanah tugas yang Nabi pikulkan  kepada mereka. Kalimat ini juga sebagai doa supaya Allah menjaga diri mereka untuk tetap amanah dalam mengemban tugas.

Ketiga :
*ูˆَุฎَูˆَุงุชِูŠู…َ ุฃَุนْู…َุงู„ِูƒُู…*

Dan Aku titipkan kepada Allah pemeliharaan akhir penutup amal kalian.

Yang ketiga Nabi SAW berpesan untuk istiqomah dalam kebaikan. Dalam situasi apapun tetap dalam berpegang teguh dengan keimanan, sehingga jika maut menghampiri maka mati dalam khusnul khotimah. Mengingat dalam safar segala macam ancamaan bahaya akan datร ng sewaktu waktu. Ini juga sekaligus doa Nabi SAW supaya mereka khusnul khotimah. 

☎Allah adalah sebaik-baik tempat untuk menitipkan. Allah tidak akan meniyia-nyiakan barang titipan. Semua yang dititipkan kepadaNya pasti Dia pelihara. 

_ุนَู†ْ ุฃَุจِู‰ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ู‚َุงู„َ ูˆَุฏَّุนَู†ِู‰ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูَู‚َุงู„_
َ *« ุฃَุณْุชَูˆْุฏِุนُูƒَ ุงู„ู„َّู‡َ ุงู„َّุฐِู‰ ู„ุงَ ุชَุถِูŠุนُ ูˆَุฏَุงุฆِุนُู‡ُ »*

_Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi meninggalkanku dan beliau mengucapkan,_: 

*"Aku titipkan kepada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya"* 

(HR. Ibnu Majah no. 2825 dan Ahmad 2: 358. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

☎Di kesempatan yang lain Nabi SAW juga membekali musafir dengan tiga hal : 
*Taqwa, ampunan Allah dan dimudahkan urusannya*. Sebagaimana hadits berikut : 

ุนู† ุฃู†ุณ ู‚ุงู„ : ุฌุงุก ุฑุฌู„ ุฅู„ู‰ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ูู‚ุงู„ ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅู†ูŠ ุฃุฑูŠุฏ ุณูุฑุง ูุฒูˆุฏู†ูŠ ู‚ุงู„ ุฒูˆุฏูƒ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชู‚ูˆู‰ ู‚ุงู„ ุฒุฏู†ูŠ ู‚ุงู„ ูˆุบูุฑ ุฐู†ุจูƒ ู‚ุงู„ ุฒุฏู†ูŠ ุจุฃุจูŠ ุฃู†ุช ูˆุฃู…ูŠ ู‚ุงู„ ูˆูŠุณุฑ ู„ูƒ ุงู„ุฎูŠุฑ ุญูŠุซู…ุง ูƒู†ุช

Dari Anas –radhiyallahu’anhu-, dia berkata: Ada seorang lelaki yang datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata, “Wahai Rasulullah, saya hendak bepergian/safar maka berilah saya bekal.” Maka beliau menjawab, *“semoga Allah membekalimu takwa.”* Lalu dia berkata, “Tambahkan lagi -bekal- untukku.” Beliau menjawab, “ 
*(semoga Allah mengampuni dosamu).”* Dia berkata lagi, “Tambahkan lagi -bekal- untukku, ayah dan ibuku sebagai tebusan bagimu.” Beliau menjawab, “ *(semoga Allah mudahkan kebaikan untukmu di mana pun kamu berada).”* (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata: hadits hasan gharib). 

☎Anjuran untuk  berpesan kepada siapa saja yang hendak bepergian dengan mengikuti pesan pasan yang Rosulullah SAW contohkan. Al Manawi mengatakan : 

ูˆูŠู†ุฏุจ ู„ูƒู„ ู…ู† ุงู„ู…ุชูˆุงุฏุนูŠู† ุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ู„ู„ุขุฎุฑ ุฐู„ูƒ ูˆุฃู† ูŠุฒูŠุฏ ุงู„ู…ู‚ูŠู…
*ุฒูˆุฏูƒ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชู‚ูˆู‰ ูˆุบูุฑ ุฐู†ุจูƒ ูˆูˆุฌู‡ูƒ ู„ู„ุฎูŠุฑ ุญูŠุซู…ุง ูƒู†ุช*

“Dianjurkan bagi masing-masing orang di antara kedua belah pihak yang berpisah untuk mengucapkan bacaan itu kepada saudaranya yang lain dan hendaknya orang yang mukim menambahkan bacaan *‘zawwadakallahut taqwa wa ghafara dzanbaka wa wajjahaka lil khairi haitsuma kunta‘(semoga Allah membekalimu ketakwaan, diampuni dosa-dasamu dan semoga Allah memudahkan kebaikan kepadamu dimanapun kamu berada.”*
(Faidh al-Qadir[1/641] )

ุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
     *๐Ÿ’MT AS SAKINAH๐Ÿ’*


Kunjungi rumah kami di : 
- # http://talimassakinah.blogspot.co.id
- # fb : Taklim As Sakinah
- # Gmail : jauharulfoundation@gmail.com