Selasa, 22 Januari 2019

FENOMENA MUSNAHNYA ILMU


*MUTHOLAAH Vol.102*

“FENOMENA MUSNAHNYA ILMU”




عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ :
))إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا((
رواه البخاري و مسلم


ARTI HADITS :

Dari Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash berkata :
Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

"Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu sekaligus mencabutnya dari hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ulama hingga bila sudah tidak tersisa ulama maka manusia akan mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh, ketika mereka ditanya mereka berfatwa tanpa ilmu, mereka sesat dan menyesatkan".

[HR. Bukhori dan Muslim]

PENGERTIAN HADITS :

Yang dimaksud dicabutnya ilmu bukan berarti tiba tiba ilmu hilang dari hati dan fikiran orang yang berilmu, namun yang dimaksud dicabutnya ilmu ialah wafatnya para pemilik ilmu / ahli ilmu.

Yang dimaksud dengan ilmu di sini adalah ilmu al-Qur-an dan as-Sunnah, ia adalah ilmu yang diwariskan dari para Nabi Alaihimussallam, karena sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan dengan kepergian (wafat)nya mereka, maka hilanglah ilmu, matilah Sunnah-Sunnah Nabi, sehingga munculah kebodohan dan  berbagai penyimpangan-penyimpangan dalam agama.  Sedang ilmu – ilmu dunia maka akan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman.

Kebodohan yang sejati ialah ketika manusia kering dari ilmu agama.  Para ulama yang seharusnya mereka yang mengamalkan ilmunya, memberikan arahan kebenaran kepada umat, namun kali ini orang yang diulamakan  sekalipun juga minim ilmu, sehingga perilaku dan kebijaksanaannya menyimpang dari kebenaran. Mereka sendiri sesat, dan ketika memberikan arahan kepada umatpun juga arahan yang menyesatkan.  Kaum muslimin senantiasa merasa butuh akan keberadaan para ulama robbani yang dapat menuntun mereka ke jalan kebaikan, kebenaran dan keselamatan, serta memperingatkan mereka dari setiap keburukan, kesesatan dan kebinasaan.

Oleh karenanya  Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, Para ‘ulama Salaf mengatakan : “Kematian seorang ‘ulama (robbani) adalah cela dalam tubuh Islam. Tidak mungkin ditambal dengan apapun sepanjang zaman”. (Diriwayatkan oleh Ad-Darimi no.324).

Imam adz-Dzahabi rahimahullah ulama besar ahli tarikh (sejarah) Islam berkata : “Adapun sekarang, maka tidak tersisa dari ilmu yang sedikit itu kecuali sedikit saja pada sedikit manusia, sungguh sedikit dari mereka yang mengamalkan ilmu yang sedikit tersebut, maka cukuplah Allah sebagai penolong bagi kita”. [Tadzkiratul Huffaazh (III/1031)]. 

Jika hal ini terjadi pada masa Imam adz-Dzahabi, maka bagaimana pula dengan zaman kita sekarang ini?

Untuk mengetahui seberapa jauh hilangnya ilmu, maka hadits dibawah ini menggambarkan akan hal itu : 

Diriwayatkan dari Hudzaifah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَدْرُسُ اْلإِسْلاَمُ كَمَا يَدْرُسُ وَشْيُ الثَّوْبِ حَتَّى لاَ يُدْرَى مَا صِيَامٌ، وَلاَ صَلاَةٌ، وَلاَ نُسُكٌ، وَلاَ صَدَقَةٌ وَيُسْرَى عَلَى كِتَابِ اللهِ فِـي لَيْلَةٍ فَلاَ يَبْقَى فِي اْلأَرْضِ مِنْهُ آيَةٌ، وَتَبْقَى طَوَائِفُ مِنَ النَّاسِ: الشَّيْخُ الْكَبِيرُ، وَالْعَجُوزُ، يَقُولُونَ: أَدْرَكْنَا آبَاءَنَا عَلَى هَذِهِ الْكَلِمَةِ؛ يَقُولُونَ: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ فَنَحْنُ نَقُولُهَا: فَقَالَ لَهُ صِلَةُ: مَا تُغْنِي عَنْهُمْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، وَهُمْ لاَ يَدْرُونَ مَا صَلاَةٌ، وَلاَ صِيَامٌ، وَلاَ نُسُكٌ، وَلاَ صَدَقَةٌ فَأَعْرَضَ عَنْهُ حُذَيْفَةُ، ثُمَّ رَدَّدَهَا عَلَيْهِ ثَلاَثًا، كُلَّ ذَلِكَ يُعْرِضُ عَنْهُ حُذَيْفَةُ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْهِ فِي الثَّالِثَةِ، فَقَالَ: يَا صِلَةُ! تُنْجِيهِمْ مِنَ النَّارِ، ثَلاَثًا


“Islam akan hilang sebagaimana hilangnya hiasan pada pakaian sehingga tidak diketahui lagi apa itu puasa, tidak juga shalat, tidak juga haji, tidak juga shadaqah. Kitabullah akan diangkat pada malam hari hingga tidak tersisa di bumi satu ayat pun, yang tersisa hanyalah beberapa kelompok manusia: Kakek-kakek dan nenek-nenek, mereka berkata, ‘Kami men-dapati nenek moyang kami (mengucapkan) kalimat ini, mereka mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah’, maka kami pun mengucapkannya. Lalu Shilah berkata kepadanya, “(Kalimat) Laa Ilaaha Illallaah tidak berguna bagi mereka, sedangkan mereka tidak mengetahui apa itu shalat, tidak juga puasa, tidak juga haji, dan tidak juga shadaqah. Lalu Hudzaifah berpaling darinya, kemudian beliau mengulang-ulangnya selama tiga kali. Setiap kali ditanyakan hal itu, Hudzaifah berpaling darinya, lalu pada ketiga kalinya Hudzaifah menghadap dan berkata, “Wahai Shilah, kalimat itu menyelamatkan mereka dari Neraka (sebanyak tiga kali)”. [Sunan Ibni Majah, kitab al-Fitan bab Dzahaabul Qur-aan wal ‘Ilmi (II/1344-1245)].

Fenomena dicabutnya ilmu secara keseluruhan akan terjadi di akhir zaman. Namun keadaan itu sudah dimulai sejak zaman dulu dan terus berjalan hingga sekarang. Sehingga semakin mendekati hari kimat maka semakin hilang ilmu dari muka bumi.  Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : 

*ﻣﻦ ﺃﺷﺮﺍﻁ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﺃﻥ ﻳُﺮْﻓَﻊَ ﺍﻟﻌﻠﻢ، ﻭﻳَﺜْﺒُﺖَ ﺍﻟﺠﻬﻞُ*

“Termasuk tanda-tanda hari kiamat adalah diangkatnya ilmu dan tetapnya kebodohan”.

[HR. Bukhori].

Terakhir, kita simak wasiat sahabat Nabi saw yang mulia ini :  Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiallahu berkata:

ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﺮﻓﻊ ﻭﺭﻓﻌﻪ ﻣﻮﺕ ﺭﻭﺍﺗﻪ، ﻓﻮﺍﻟﺬﻱ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ ﻟﻴﻮﺩّﻥّ ﺭﺟﺎﻝ ﻗﺘﻠﻮﺍ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺷﻬﺪﺍﺀ ﺃﻥ ﻳﺒﻌﺜﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻤﺎﺀ ﻟﻤﺎ ﻳﺮﻭﻥ ﻣﻦ ﻛﺮﺍﻣﺘﻬﻢ، ﻓﺈﻥ ﺃﺣﺪﺍ ﻟﻢ ﻳﻮﻟﺪ ﻋﺎﻟﻤﺎ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﺎﻟﺘﻌﻠﻢ

 “Wajib atas kalian untuk menuntut ilmu, sebelum ilmu tersebut diangkat/dihilangkan. Hilangnya ilmu adalah dengan wafatnya para periwayatnya/ulama. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh orang-orang yang terbunuh di jalan Allah sebagai syuhada, mereka sangat menginginkan agar Allah membangkitkan mereka dengan kedudukan seperti kedudukannya para ulama, karena mereka melihat begitu besarnya kemuliaan para ulama. Sungguh tidak ada seorang pun yang dilahirkan dalam keadaan sudah berilmu. Ilmu itu tidak lain didapat dengan cara belajar”. [Syarh Nawawi lishahih Muslim 16/223-224 ]


-MT AS SAKINAH-

Kunjungi :

# FB : Taklim As Sakinah


1 komentar:

  1. kiamat


    kiamat sugra
    kiamat kubro
    kiamat sudah dekat
    kiamat kecil
    kiamat besar
    kiamat 2012
    kiamat 2020
    kiamat 2019
    kiamat adalah
    kiamat hari jumat
    kiamat 2018
    kiamat kecil hatiku
    kiamat sudah dekat film
    kiamat menurut islam
    kiamat menurut geologi
    kiamat semakin dekat
    kiamat kapan
    kiamat kecil hatiku lirik
    kiamat kecil disebut juga kiamat
    kiamat menurut kristen
    kiamat artinya
    kiamat ada dua yaitu
    kiamat akhir zaman
    kiamat asli
    kiamat ada 2 macam
    kiamat ada berapa sebutkan dan jelaskan
    kiamat akan terjadi
    kiamat adalah salah satu rahasia milik
    kiamat ada 2 yaitu
    kiamat al quran
    kiamat akan datang
    kiamat agama buddha
    kiamat arab hijau
    kiamat akan tiba
    kiamat api
    kiamat arab
    kiamat adalah rahasia allah
    kiamat akan datang secara
    kiamat adalah brainly
    kiamat besar adalah
    kiamat besar disebut
    kiamat besar dan kecil
    kiamat bahasa inggris
    kiamat bumi
    kiamat besar menurut ilmuwan
    kiamat sebentar lagi
    kiamat berasal dari bahasa arab yang artinya
    kiamat bahasa inggrisnya
    kiamat besar disebut juga
    kiamat bahasa arab
    kiamat besar akan datang didahului oleh beberapa tanda salah satu tanda kiamat besar adalah
    kiamat berapa tahun lagi
    kiamat berapa masehi
    kiamat berapa hari lagi
    kiamat buddha
    kiamat besar kiamat kecil
    kiamat besar kubra
    kiamat besar sudah tampak

    BalasHapus